Tinggalkan komentar

HUKUM & KRIMINAL


KAPOLDA KALTIM ATISIPASI

JARINGAN NARKOBA TRANS ITERNASIONAL

 

Nunukan, Gerakan Aktif

Untuk menganti sipasi terjadinya taransaksi narkoba dijaringan iternasional terutamanya diwilayah potensi seperti di wilayah perbatasan yakni pulau nunukan dan pulau sebatik yang mana kita ketahui bahwa dua pulau ini dikelilingi lautan dan berhadapan langsung dengan negara tetangga Malaysia terutamanya disebatik karna daratan dan lautnya berbatasan langsung dan jarak tempuhnya lebih dekat dan banyaknya titik masuk dari malaysia.

kapolada kaltim Irjen Pol Anas Yusuf  di kabupaten nunukan mengatakan bahwa, Kita tetap melakukan upaya penyelidikan dan pengungkapan dan sekarang telah dilakukan oprasi khusus di seluruh wilayah kaltim yakni operasi antik mahakam namanya untuk operasi narkoba dan Kekuata yang terlibat juga lebih banyak.

Untuk target-target operasi yang kita arahkan antaranya  sebatik kemudian samarinda dan balik papan  dan mengenai kurir-kurir yang tertangkap itu  dan memang kita sudah kordinasi bersama dengan derektorat narkoba bareskrim dan kita sudah komonikasi dan ada indikasi  jaringan dengan Malaysia dan jaringan dari Malaysia ini  sudah ada tersentu di bareskrim dan satu orang dari Negeria,”ujarnya.

Meskipun diwilayah banyak pantainya dan memamang diakui bahwa sangan sulit dijangkau tetapi tetap kita upayakan dan maksimalkan dengan Patroli Pol Air yang kita gerakan dan tetap kita kerja sama dengan Polis Diraja Malaysia dan bahkan dalam kontek regional melalui asean apol namanya dan iterpol kita juga, (Ab/Sk)

 

 

 

 

POLISI MENANGKAP DUA TERSANGKA

KEPEMILIKAN SENJATA API ILEGAL

Nunukan, Gerakan Aktif

Kepolisian Sektor Sei Nyamuk Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara menetapkan dua tersangka kasus penemuan senjata api ilegal pada Senin (22/4).

Kepala Polres Nunukan, AKBP Achmad Suyadi melalui Kapolsek Sei Nyamuk, Ipda Eka Berlin, di Sebatik, Kamis, menyatakan setelah melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap dua warga Desa Tanjung Harapan Kecamatan Sebatik Timur maka ditetapkan keduanya sebagai tersangka terkait kasus kepemilikan senpi tersebut.

menurut Kapolsek Sei Nyamuk, Ipda Eka Berlin menjelaskan, senjata api bersama dua butir amunisi tersebut ditemukan di rumah salah seorang tersangka bernama Azis alias Aci (31) warga RT 06 Desa Tanjung Harapan pada Senin (22/4) sekitar pukul 10.00 Wita di bawah termos air minum, dan Kronologis penemuan sepucuk senjata api ini berawal dari laporan warga pada Minggu (21/4) bahwa Azis pernah memperlihatkan senjata api kepada temannya dan saat itu langsung ditindaklanjuti dengan pengintaian di sekitar rumahnya, namun pada saat itu yang bersangkutan tidak keluar rumah, sehingga dilakukan penggeledahan di rumahnya tetapi tidak ditemukan sehingga Azis digelandang ke Mapolsek Sei Nyamuk untuk diinterogasi, kata berlin.

lanjut kapolsek, “Jadi awalnya diketahui keberadaan senjata api itu dari laporan warga, Kami dari pihak kepolisian langsung melakukan pengintaian terhadap salah satu tersangka tapi tidak keluar rumah malam itu, dan dari hasil interogasi, Azis mengakui atas kepemilikan senjata api tersebut dan menunjukkan tempat penyimpanannya.

Seketika itu langsung diarahkan ke rumahnya untuk mencari barang bukti itu dan ditemukan di bawah termos air minum.Azis juga mengakui bahwa senjata api tersebut dipinjam dari temannya bernama Asse alias Irwan (34) warga RT 04 Desa Tanjung Harapan Kecamatan Sebatik Timur, dari pengakuan Azis ini, akhirnya dilakukan penangkapan terhadap Asse di rumahnya dan berdasarkan keterangan Asse di depan penyidik, senjata api bersama dua butir peluru tersebut benar adalah miliknya yang diperoleh dari seorang temannya bernama Asri yang berdomisili di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara juga sejak 10 tahun silam, Asse juga mengaku berprofesi sebagai nelayan, kata Eka Berlin.

Selama memiliki senjata api itu disembunyikan atau ditanam di bawah kolong rumahnya dan sewaktu-waktu diambil jika akan mencari ikan di laut, “Ia mengaku digunakan kalau pergi mencari ikan, untuk keamanan dirinya untuk menjaga dirinya dari perampokan yang sering terjadi selama ini terhadap nelayan Sebatik,”ujarnya.

Sementara itu, Asri, sumber senjata api tersebut saat ini masih dalam pengejaran dan ditetapkan sebagai buronan Polres Nunukan, kata Eka Berlin didampingi Wakapolsek Sei Nyamuk, Ipda M Afnan S,Sos..Mengenai  kaitannya dengan kasus perampokan terhadap sejumlah nelayan Pulau Sebatik, Eka Berlin mengatakan, belum menemukan adanya keterkaitan sehingga tidak bisa menghubungkannya, Hanya saja, sesuai pengakuan Azis, senjata api tersebut direncanakan akan digunakan merampok di Tawau Malaysia, “Jadi belum ditemukan adanya keterkaitan antara kepemilikan senpi ini dengan kasus perampokan yang sering terjadi di Sebatik selama ini.

Terkait kasus itu, Berlin mengatakan, keduanya dikenakan Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1995 pasal 1 ayat 1 dengan ancaman maksimal seumur hidup. (*Ab/Sk)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: