Tinggalkan komentar

APA YANG DI BANGUN DARI PENERIMAAN ADD


Kukar, Gerakan Aktif

Pemerintah kabupaten kutai kartanegara, hendaknya lebih berperan aktif dalam melakukan control terhadap penyaluran ADD (Anggaran Dana Desa) yang diterim oleh setiap kepala desa di kukar, membangun desa dan lain sebagianya. Karena menurut penelusurn tim investigasi Media Gerakan Aktif di lapangan, banyak keganjalan yang terjadi terhadap beberapa desa yang menerima ADD, terutama di wilayah pedalaman yang sulit dijangkau kendaraan roda empat, mereka membuat buku laporan penggunaan ADD dengan catatan bangunan itu, tapi penulusuran tim investigasi Gerakan Aktif di lapangan bersama masyarakat setempat hampir-hampir tidak ada satupun bangunan yang di buat sesuai dengan laporan RAB (Rancangan anggaran belanja) ADD yang di buat oleh kepala desa.

Dari sekian banyaknya pembukuan laporan penggunaan ADD, ada yang dulunya suatu pekerjan yag sifatnya dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat, namun di dalam buku RAB dituliskan sebagai belanja ADD, padahal pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat atas permintaan kepala desa adalah kerja gotong royong yang kemudian dianggarkan sebagai ADD.

Dari hasil investigasi media Gerakan Aktif di lapangan mulai wilayah pantai hinga wiayah pedalaman (kecamatan tabang) terutama di wilayah pedalaman dan pantai, sangat jarang pelaksanaan ADD dilakukan, kepala desa hanya pandai membuat RAB tapi tidak pandai membangun desanya sendiri. Nampaknya pihak Inspektorat, Bapemas dan pihak kecamatan mesti memberikan penataran yang lebih dalam lagi soal pelaksaan ADD ini agar setiap kepala desa bisa membangun dengna baik sebuah desa yang dananya bersumber dari ADD.

Berikut Hasil Petikan Wawancara Yang berhasil Dihimpun kepada salah satu kepala desa di kabupaten Kutai Kartanegara, Bisa dibilang Pintar atau terlalu Pintar….!!!

“Mohon maaf pak, ADD kami di desa ini baik-baik saja dalam pelaksaannya, dan pihak kami sudah diperiksa oleh Inspektor dan Bapemes, kami tidak ada masalah, lantas apa lagi yang mau dipermasalahkan” Ujar salah seorang kepala desa ketika ditanyakan sekitar pelaksaan ADD di suatu desa.

“Maksud saya pak, saya ingin menanyakan soal pelaksaan ADD dari tahun 2008, 2009, 2010 hingga 2011 itu apa yang bapak bangun dan apa yang perlu kami publiksikan lewat media kami ” Ujar Wartawan.

“Apakah anda menanyakan ADD ada membawa surat rekomendasi dari Inspektorat ?”

“ Apa Hubungannya Wartawan dengan Inspektorat, kami bekerja mengumpulkan informasi sesuai kode etik Jurnalistik untuk dipublikasikan, tidak ada dalam Undang – Undang PERS kami harus mendapat rekomendasi atau apapun dari Inspektorat jika akan melakukan wawancara kepada siapapun ? apa bapak ada hal disebunyikan atau ditakutkan sehingga harus membawa-bawa nama Inspektorat, kami kan hanya menanyakan apa yang sudah bapak kepala desa lakukan untuk desa ini ?”

“ Saya tidak bisa memberikan informasi tanpa surat dari Inspektorat !!!” Ujar kepala desa.

ADA APA DI DESA ? ADA APA DI INSPEKTORAT  sehingga kepala desa begitu takut memberikan informasi pembangunan kepada awak media ini. Tidak terbukanya informasi di desa ini sangat bertolak belakang dan bertentangan dengan program Bupati Kutai Kartanegara Hj Rita Widyasari S Sos MM yang mengingankan adanya transparasi anggaran di lingkungan pemkab Kukar.

Pertanyaannya adalaha Ada Apa Di Desa ini ?

Nampakya pihak Insepktorat dan Bapemes harus memberikan penataran lebih jauh lagi, bagaimana setiap kepala desa bersikap ketika meghadapi wartawan pada saat di konfirmasi soal ADD, bukan menanyakan surat pengantar dari Inspektorat.

Pemerintah kabupaten sudah saatnya menanyakan pada Inspektorat dan Bapemas soal pelaksanaan ADD ini di kutai Kartanegara agar dana yang tujuannya untuk membangun desa mencapai sasaran apa yang diingginkan oleh setiap orang karena bagaimana pun juga dana ADD yang diterima oleh setiap Kepala Desa merupakan tanggung jawab bersama untuk kepentingan masyarakat, karena ADD itu adalah hak rakyat dan hak pemerintah untuk memberikan kesejahteraan pada masyarakat setinggi-tingginya ( Kadirah ).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: