Tinggalkan komentar

Berjuang Untuk Bangsa Wujudkan Sifat Nasionalisme


GEMA MKGR SEKJEN DPP PERMADA KALTIM ARMANSYAH. ASamarinda, Gerakan Aktif

Kalimantan Timur dengan luas 224,908,17 Ha, adalah wilayah strategis dengan jumlah penduduk lebih kurang 4.162.780 jiwa yang tergabung antara laki-laki dan permpuan yang berbatasan dengan Malaysia, dimana kekawatiran akan merosotnya Nasionalisme dan terjadinya Disintergrasi Nasional merebak dimana-mana seiring dengan bergulirnya reformasi, dalam tahap sekarang ini kita sedang menghadapi persoalan tentang Nasionalisme. Saya selaku Ketua DPD GEMA MKGR KALTIM, dan Sekjen DPP Persatuan Masyarakat Adat KALTIM ( PERMADA ) punya pandangan terhadap masalah Nasionalisme yang mulai bergesernya nilai-nilai norma pada Persatuan dan Kesatuan di Negara yang kita cintai ini, bahkan menurut saya sudah diinjak oleh masyarakat kita sendiri, semua yang terjadi tak lain adalah keterpurukannya masalah social, keamanan dikarenakan kita lemah akibat dari lenturnya Rasa Nasionalisme yang harus kita bina secara Nasional tidak memandang suku maupun agama yang ada di negara kita ini.

Kebangsaan dan Rasa Kebangsaan adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan Rasa Kebangsaan biasanya disebut Nasionalisme”, yang harus dipahami oleh segenap komponen masyarakat Indonesia.

Dalam sudut pandang saya melihat dimensi sensoris berupa kebudayaan, sebenarnya Bangsa Indonesia memahami posisi Antropologi yang berangkat dari konsep keberagaman dari suku bangsa dan kebangsaan, dengan pemahaman itu saya beranggapan mestinya masyarakat Indonesia membuat Negara ini menjadi kuat dan tidak goyah dengan ancaman Social, Ekonomi dan Keamanan serta bahkan terjadi bergeseran nilai-nilai budaya di Negeri kita ini.

Saya berpendapat antropologi menepatkan Nasionalis bersamaan dengan Negara, dikarenakan ada unsur kesetiaan, komitmen dan rasa memiliki Negara, tidak hanya bersifat instrumental tapi harus dibarengi dengan keterikatan politik yang memiliki sentiment, emosi dan perasaan sebagai anak bangsa.

sekarang ini kita sulit memiliki, perasan sebagai anak bangsa yang sejati akibat dari lemahnya perasaan sebagai anak Bangsa tersebut membuat Rasa Nasionalis kita menjadi pudar.

Terbuktinya seperti terjadi di Tarakan pada tanggal 27 September 2010 antar suku saling berperang adu fisik bahkan mengakibatkan ada yang meninggal dunia serta inilah yang dinamakan anarkis dan warga masyarakat dibuat repot serta mengungsi ketempat yang lebih aman dari amukan sekelompok orang, disinilah pangdangan saya Rasa Nasionalis kita sekarang ini sudah pudar kenapa demikian karena arti dari Pancasiia dan Undang-Undang dasar 1945, sudah kelihatannya tidak banyak yang menggunakan disinilah harapan saya kiranya arti dari Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945 perlu di pahami kembali supaya masyarakat Indonesia bisa memahami hat tersebut.

Orang-orang yang mendefinisikan sebagai warga suatu bangsa meski tidak pernah saling mengenal atau bertemu dan bahkan mendengarkan adalah orang-orang yang memiliki kesatuan, itulah sebabnya ada warga Negara yang mau mengorbankan jiwa dan raganya demi membela Bangsa dan Negara.

Sebagai anak bangsa, menurut saya Rasa Nasionalis harus dijaga dan dipelihara serta dijamin mampu menghadapi perubahan zaman, selain itu Rasa Nasionalis itu adalah perjuangan yang berisikan cita-cita dan harapan bahwa Negara ini akan makin kuat dan mampu memberikan perlindungan, kenyamanan dan kesejahteraan hidup.

Selama 67 tahun rakyat terus mengantungkan harapan bahwa suatu waktu Kemakmuran, Keadilan dan Kesejahteraan itu akan akan terwujud, harapan itu bisa terwujud apabila kita sepakat untuk menyingkirkan saat egois dan individualisms karena sifat itulah yang merusak cita-cita dan harapan rakyat.

Harapan saya selaku ketua DPD Gema MKGR KALTIM kiranya kita mampu mempertahankan Rasa Kebangsaan ini sesuai denga Pancasila yang diatur daiam Undang- Undang Dasar 1945.

Reformasi yang terjadi di Indonesia ini perlu kita syukuri akan tetapi perlu juga kita perbaiki, karena proses dan hasilnya masih jauh dari harapan sebenarnya, karena terjadi distorsi kemaknaan yaitu melanggenkan kepentingan sesaat. Nmum ironisnya bukan hanya dilakukan oleh Elit Politik saja akan tetapi juga diakukan oleh tokoh agama masyarakat yang sering kali memperlihatkan perbedaan yang tak kunjung usai bahkan menghasilkan persoalan dan perselisihan baru.

Kebersamaan dan musyawarah untuk mufakat yang selama ini kita bangun di Negeri ini telah menjadi kabur, reformasi telah memberi angin segar kebebasan berdemokrasi walaupun masih ada kelemahan yaitu belum adanya penegak hukum yang maxsimai. Terbitnya UU No. 22 tahun 1999 dan UU No. 32 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah yang mengatur Pemerintah Pusat dan Daerah yang mengharuskan system dan bentuk Pemerintahan sekarang ini mengalami penyesuaian dan perubahan dari masa sebelumnya yang sentralistik.

Sejak dulu bangsa kita adalah bangsa yang berbudi luhur yang selalu menjalankan dengan kebersamaan serta saling menghormati, namun seiring dengan perkembangan zaman lambat laun meluntur dan menghilang serta munculah kondisi baru dimana terjadi kondisi ke­CINTA-an yang keliru, Hilangnya ke-BERANI-an untuk menyuarakan yang benar, ke­Jujur-an yang musnah, redupnya kehidupan ber Bangsa, dan ber Negara etas dasar Musyawarah do Kekeluargaan pada Karya Nyata yang hanya bergantung pada tersedianya subsidi, Idealisms – yang telah tergtantikan dengan Pragmatisme, yang begitu kuat. Hal tersebut membuktikan bahwa bangsa Indonesia sedang sakit.

GEMA MKGRBerbicara memang mudah daripada mewujudkan, mari kita simak betapa hebatnya indikator Bangsa yang bermartabat dan mandiri itu, adalah!

Jumlah penduduk miskin relatif rendah.

–       Kehidupan Bangsanya aman dan tertib.

Mapannya kehidupan ber demokrasi dan kebebasan berfikir dan berpendapat.

–       Ekonomi yang tidak terjerat Hutang tinggi dari Negara dan Lembaga Asing.

–       Pemerintah tertata baik dan bersih serta bersih dari KKN.

–       Memelihara lingkungannya yang terjaga baik dan bersih.

–       Pendidikan maju dan terarah secara berkelanjutan.

Kesehatan masyarakatnya yang layak dan diperhatikan.

Sementara Bangsa yang dikatakan mandiri adalah :

–       Bangsa yang memiliki surplus dana, bahan pangan, energy dll.

Dapat menyediakan perumahan bagi penduduk.

–       Mapan kehidupan ber demokrasi dan kebebasan.

Dapat mencukupi energy yang dibutuhkan.

–       Dapat menyiapkan sandang pangan secara berkesinambungan.

–       Dapak melayani kesehatan yang layak bagi rakyatnya.

Dapat menyediakan pendidikan yang berkualitas dan terarah serta terencana, dan mengikuti perkembangan llmu Pengetahuan dan Teknologi.

Untuk mencapai peringkat bangsa yang bermartabat dan mandiri tersebut tentunya harus ditunjang dengan kesadaran dan kepedulian setiap warganya untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya dan Skilinya sehingga dapat menguasai sektor Swasembada Pangan, sektor energy dan sektor keamanan secara mandiri tidak ada ketergantungan ada Negara atau Lembaga Asing.

Peran pemerintah harus menjadi fasilitator yang baik bagi rakyatnya guna mencapai peringkat kemandirian minimal di ketiga sektor ini, sehingga diharapkan Bangsa dan Negara Indonesia akan lebih besar perannya dan lebih maju dari sebelumnya. Bahkan dengan berlimpahnya Sumber Daya Alam  dan tersedianya Sumber Daya Manusia yang berkualitas di Negeri ini sangat dimungkinkan Indonesia akan menjadi Negara yang jays. Kegagalan kita mencapai kemandirian di tiga sektor ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor penghambat yang harus kita minimalisasi. Kegagalan dalam menghilangkan faktor-faktor penghambat ini akan membawa kita menjadi Bangsa yang lemah, seperti Perbedaan itu merupakan sesuatu yang biasa dan harus mesti ada, dan kebersamaan itu adalah sesuatu kekuatan yang tidak bisa dipisahkan itulah yang membawa Negara menjadi Jaya, apabila Bangsa itu sendiri lemah yaitu Bangsa yang mudah terjajah oleh Bangsa Asing.

Faktor penghambat itu antara lain

–          Kehilangan kemampuan dan kemauan menghargai karsa dan karya bangsa termasuk kepeloporan dan innovasi bangsanya.

Kehilang kepercayaan diri untuk berbuat sesuatu demi Bangsa, dan Negara.

–          Sifat yang selalu meremehkan keindahan dan keserasian.

Hilangnya kemampuan untuk membuat solusi yang holistik dalam memecahkan berbagai persoalan.

Dengan mengetahui berbagai motivasi tersebut diatas, kita akan dapat mengenganalisa secara teliti adanya motivasi yang berbeda diantaranya tidak lepas dari masalah kehidupan pribadi yang melatar-belakanginya, hanya saja yang kita sayangkan diantara Anak Bangsa itu banyak yang Iebih suka menonjolkan perbedaan daripada kebersamaan, untuk membangun bangsa ini.

Hakekatnya ; proses musyawarah/mufakat Bangsa Indonesia lahir pada Momentum Sumpah Pemuda Tanggal 28 Oktober 1928, suatu komitmen kebangsaan yang utuh, hasil dari musyawarah/mufakat dari setiap Suku Bangsa dibumi Nusantara, dengan menghilangkan kepentingan Individu, Kelompok bahkan kepentingan Suku Bangsanya, untuk menyatu dalam satu kesatuan hakiki, SATU NUSA, SATU BANGSA, SATU BAHASA, yaitu Indonesia.

Sumpah Pemuda merupakan hasil musyawarah/mufakat dari setiap suka bangsa diseluruh penjuru Nusantara, yang berproses dari tingkat masyarakat bawah hingga tingkat masyarakat tertinggi. Sifatnya : Pasti tidak berubah-ubah, serta dapat diterima dimanapun diseluruh Bumi Nusantara. Maka lahirlah Bangsa Indonesia, dari, oleh dan untuk rakyat dengan maksud dan tujuan yang sama bahwa Kedaulatan berada ditangan rakyat

Perbedaan yang diatas adalah atas dasar Visi dan Misi yang berbeda , atas dasar golongan atau kelompok yang sifatnya bukan dari perjuangan menegakkan keadilan dari system sosial rakyatnya, maka persaingan antar golongan untuk Penguasaan yang kompetitif, kalaborasi Penguasaan dilegitiminasi sebagai serana pembagian penguasaan, dampaknya setiap keputusan/kebijaksanaan adalah mufakat yang tidak Hikmah atau tidak punya kekuatan, selalu berubah-ubah, sifatnya tidak pasti, tidak tetap, belum tentu diterima oleh system sosial rakyat.(adv)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: