Tinggalkan komentar

Pendidikan Untuk Masyarakat Biliografi Yayasan AL-Munawwaroh Tenggarong


Ponpes Al MinawwarohGerakan Aktif, Tenggarong

Tidak banyak yang tahu, kepedihan yang dialami Yayasan AL-Munawarroh tenggarong Kutai Kartanegara, dari pendirian yang  bermodalkan tekad dan semanngat berakar dari banyaknya anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri setiap tahunnya. Bangun berdiri dalam mengatur keuangan sementera berdasarkan visi dan misinya memberikan pendidikan bagi generasi penerus, sehingga tidak serta merta menekan biaya pendidikan kepada siswa.

Ketua yayasan AL-Munawwaroh muh dori pun harus berfikir keras untuk menutupi biaya-biaya yang menjadi urgen bagi pendidikan di bawah asuhannya, meski harus berladang, bekerja serabutan, membuat usaha kecil, hingga memohon bantuan yang akan menjadi keajaiban dan kelanjutan lembaga pendidikan ini.

Biliografi Yayasan AL-Munawwaroh didirikan pada tahun 2002 – hingga 20014 bernama Tempat Pengajian Al’Quran  dan sekolah Madrasah setingkat SMP. Tahun 2004 secara musyawarah Muh Dori kemudian meningkatkan status lembaganya penjadi Yayasan Pendidikan Al-Munawwaroh dengan mengajukan Izin kepada kantor kementrian agama kabupaten Kutai kartanegara dan Dinas Pendidikan akhirnya pada tanggal 19 Juli 2005 izin tersebut keluar.

Sejak keluar izin Tahun 2005 secara formal lembaga pendidikan Yayasan AL – Munawaroh kemudian digeliatkan dan terlibat dalam kegiatan pendidikan setingkat dengan negeri, sebutan lain Pondok pesatren. Yang didalam meliputi Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Semokolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas.  Hingga 2012 Yayasan Al Munawwaroh sudah melahirkan 5 angkatan alumni yang siap membangun Kutai Kartanegara.

Seiring dengan berkembangnya dunia pendidikan islam, yayasan AL Munawwaroh semakin lama semakin tertinggal hal ini dikarenakan minimnya sarana dan prasarana sekolah termasuk fasilitas tempat belajar  yang memprihatinkan.

Meski sempat mendapat bantuan pembangunan gedung dari pemerintah kabupaten Kutai kartanegara pada tahun 2009/2010 lalu berupa 4 lokal ukuran 10 x 20, beserta mebeler meja dan kursi dan werless, namun dirasakan masih jauh dari cukup.  Jumlah murid sejak tahun 2005  hingga 2012 tercatat sebanyak 300 Murid, angkatan 2008 sebanyak 13 Alumni, Angkatan 2009 Sebanyak 18 Alumni, angkatan 2010 Sebanyak 22 Alumni, Angkatan 2011 sebanyak 16 Alumni, dengan jumlah pengajar formal sebanyak 68 Orang  sedangkan pengajar non formal ( Ust ) sebanyak 13 orang.

Lebih Lanjut, siswa AL-Minawwaroh tetap di tarik biaya bulanan, namun dikatakan ketua Yayasan Uang tersebut digunakan untuk biaya makan satriwan dan satriwati selama 3x sehari dan kebutuhan lainnya.

Dibagian lain, karena minimnya fasilitas sarana dan prasarana yang layak, Pihak Yayasan juga pernah mengajukan proposal kepada kementrian Agama pusat dan mendapat bantuan 60 juta, yang digunakan untuk membangun lokal dan rehab beberapa ruang  kelas. Ia Juga pernah mengajukan ditingkat propinsi kaltim namun hasilnya nihil. Perusahaan yang berada di sekitar yang sangat peduli dengan dunia pendidikan adalah PT.Tanito setiap tahunnya membantu sapi Qurban, hanya sapi namun sangat membantu sementara perusahaan lainnya belum pernah.

“ Saya sangat kecewa terkhusus intansi terkait propinsi kaltim yang sangat minim menangapi permohonan bantuan pendidikan, katanya sangat peduli dengan Dunia pendidikan, tapi kenyataannya mana ?    “ Ujar Muh Dori Kepala yayasan AL Munawwaroh Tenggarong.

 

Lagi-lagi justru pemerintah pusat  yang memberikan perhatian kepada dunia pendidikan melalui sertifikasi yang bersumber dari dana APBN kepada para guru yang memenuhi syarat dalam upaya peningkatan kesejateraan guru. Di Yayasan AL Munawwaroh sebanyak 16 Guru yang mendapat sertifikasi masing-masing Guru Taman Kanak-Kanak 4 Orang, Sekolah Dasar 2  orang, Sekolah menengah Pertama 4 orang, Sekolah menengah atas 8 orang.

Sementara terkait dengan program Bupati Kukar satu laptop untuk guru, di yayasan AL Munawwaroh seluruhnya menerima laptop pinjam pakai tersebut, meski sebagian diterima dalam keadaan rusak, namun masing-masing memperbaikinya dengan dana sendiri dan bisa digunakan lagi. Pemkab Kukar melalui dinas pendidikan juga membagikan buku pelajaran, di tahun 2012 Yayasan AL Munawawroh menerima bantuan tersebut di semua jejang dari TK, SD, SMP, SMA. Selain itu Bosda juga diterima dan dipergunakan untuk kepentingan pendidikan. Para Satriwan dan satriwati juga sering dilibatkan dalam setiap even besar seperti MTQ.

Ketua Yayasan AL Munawwaroh Muhdori menitipkan harapan kepada pemerintah pusat, propinsi, dan Kabupaten/Kota untuk memberikan kepedullian terhadap dunia pendidikan jangan selalu di dijadikan politisi untuk kepentingan pribadi atau golongan, Jangan ada tebang pilih alokasi anggaran untuk bantuan demi qualitas dan quantitas pendidikan yang lebih baik.

“ Melalui media ini saya meminta intansi terkait dapat menengok Pondok Pesantren Yayasan AL Munawwaroh, dan setelah melihat kondisi rill dilapangan, saya berharap dapat memberikan bantuan pemagaran keliling, agar siswa dalam proses belajar mengajar tidak tergangu dengan aktifitas Warga,” Tandas Muh Dori.( Johansyah/ST)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: