Tinggalkan komentar

ADD Tahap II Desa Kelekat Kukar Maksimal di Laksanakan


Tenggarong, Gerakan Aktif

Dengan diterbitkannya Undang – undang nomor 28 Tahun 2005tentang perubahan atas Undang – undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintah Daerah maka otonomi desa dipahami sebagai kewenangan desa untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya sesuai dengan kondisi, potensi dan sosial budaya masyarakat setempat berdasarkan prinsip-prinsip keanekaragaman, partisipasi, otonomi asli, demokratisasi, dan pemberdayaan.

Dalam pelaksanaan otonomi desa tersebut, desa mempunyaiwewenang untuk melaksanakan berbagai urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya. Kewenangan dimaksud meliputi urusan pemerintahan yangsudah ada berdasarkan hak asal – usul desa, urusan pemerintahan yangmenjadi kewenangan Kabupaten dan diserahkan pengaturannya kepada desa,tugas pembantuan dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah, dan urusan pemerintahan lainnya yang oleh peraturan perundangan-undangan diserahkankepada desa. Dalam pelaksanaan urusan pemerintahan dimaksud, desa mempunyaitugas memberikan pelayanan ( public service), melaksanakan pembangunan( development  ), dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat (empowering ) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, desa perlu mendapat dukungan dana daripemerintah. Adapun salah satu bentuk dukungan dana dari pemerintah kabupaten adalah dana perimbangan yang dalam hal ini disebut Alokasi Dana Desa. ADD merupakan dana bagi hasil pajak daerah, retribusi daerah danbagian dari perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh kabupaten untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan desa danpemberdayaan masyarakat.

“ Desa Kelekat adalah bagian dari sistem pemerintahan di kabupaten Kukar, dari tujuh aplikasi, optimalisasi otonomi desa adalah prioritas. Desa sebagai unit pembangunan dearah paling bawah, harus diberikan subsidi, apalagi APBD Kukar telah disepakati 6,8 Triliun. ” bebernya.

“Peran desa dioptimalkan, karena dari desa pembangunan daerah menjadi berhasil. Dari desa pula pembanguna nasional terjadi dengan nilai positif,”

Roda pemerintahan, wujudnya ada di desa-desa. Membangun Kutai Kaartanegara untuk masa depan, dimulai saat ini juga. Ditentukan saat ini juga oleh desa-desa.

Sekdes Kelekat optimmis ADD bisa memperkuat pembangunan desa dan menjadi jaminan kesejahteraan rakyat, sehingga menghasilkan tujuan akhir, yaitu mampu melayani berdasarkan kerakyatan yang mandiri.

Namun, masih minimnya ADD khususnya di desa Kelekat yang dialokasikan masih belum maksimal untuk pembangunan. Untuk memenuhi pembangunan desa kelekat yang merupakan aspirasi warga terpaksa harus dilakukan bergotong-royong bersama membangun wilayahnya masing-masing.

“ Kepala desa Kelekat telah melaksanakan penggunaan ADD dengan baik. Untuk tahap II ini sudah dicairkan dan telah dilaksanakan secara maksimal baik fisik maupun non fisik. Tidak ke luar dari petunjuk teknis ADD, semua dijalankan sesuai aturan. Jika kami ada kesulitan, biasanya bermusyawarah dengan pihak kecamatan,” Ujar Sekdes Kelekat.

ADD Tahap II diperuntukan untuk Pembayaran Tunjangan, Insentif, Kegiatan Pembangunan Fisik WC Asrama dan Plafon Rumah Guru TK serta Sekretariat Lembaga Adat.

Alokasi ADD, detilnya terdiri dari 30 persen untuk belanja aparatur desa dengan klasifikasi, 15 persen untuk belanja aparatur, 10 persen untuk oeprasional, dan 5 persen belanja lembaga lain. Sedangkan sisanya, 70 persen untuk belanja publik, pembangunan sarana dan prasarana dari akses jalan serta pengembangan infrasturktur lainnya.( Herda)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: