Tinggalkan komentar

Barnabas tokoh masyarakat ciptakan ekonomi dan lapangan kerja lokal


 

Gerakanaktif Kutim

Membangun masyarakat pedesaan  secara nasional  merupakan tanggung jawab bersama  dalam mencapai masyarakat yang sejahtera.Untuk mencapai hal ini diperlukan suatu keseriusan dan penu tanggung jawab menurut Barnabas tokoh masyarakat desa Melawai/Tepian Trap Kecamatan Sangkulirang Kuta Timur saat ditemui media gerakanaktif.

Dalam mencapai sebauh cita cita yang luhur Barnabas harus mengahabiskan waktunya bersama masyarakat desa.Yang selama ini harus berjuang menciptakan lapangan pekerjaan untuk mendapatkan nilai tambah ekonomi masyarakat yang nyata.

Adapun penciptaan lapangan pekerjaan yang selama ini sudah di nikmati masyarakat desa melawai tepian trap menurut Barnabas merupakan upaya pribadi tanpa ada sentuhan dari pemerintah daerah Kutai Timur.

Salah satunya baru baru ini dengan semangat warga dalam bekerja Barnabas menjelaskan bahwa kami bisa membelikan mesin pengolahan kayu lokal agar warga desa dalam melaksanakn rutinitas pekerjaan tidak berat dan akan mendapatkan hasil yang cukup lumayan atau lebih baik.

Apabila semua bisa berjalan dengan baik melalui lapangan pekerjaan lokal maka generasi desa melawai akan tumbuh dengan sendirnya maka dalam kurun waktu kedepan  akan tercipta sumber daya manusia sdm siap bersaing dan bekerja.

Disisi lain barnabas juga menciptakan lapangan pekrjaan dari sumber daya alam sperti pertanian perkebunan dengan iktikat tetap menjaga kelestarian alam dan lingkungan huta karena masyarakaat melawai tepian trap adalah anak anak bangsa yang besar dan berkembang dalam hutan .

Untuk itu Barnabas selalu peduli dengan ketahan dan lingkungan hutan yang harus di jaga dan dilestariakan.Karena hutan secara nasional merupakan warisan dari nenek moyang kita maka setiap warga negara harus merawatnya.

Disinggung dengan pembukaan hutan untuk tanaman industri sawit yang ada di daerahnya  Barnabas mengatakan kami sutuju saja asal dalam pembukaan lahan masyarakat dijadikan tanaman industri sawit tetapi asal jelas hubungannya dengan masyarakat.

Karena apapun bentuknya adanya pembukaan lahan pasti ada dampak pada masyarakat ,dari masa lalu pembukaan kebun sawit yang ada di Kaltim kususnya berapa ribu hektar.Namun apa kenyataaannya pengangguran toh juga tidak sedikit.

Hal ini yang perlu kita tanyakan pada pemerintah sebenarnya Perusahaan –perusahaan yang di berikan ijin oleh pemerintah itu sebenarnya membangun ekonomi masyarakaat atau membangun ekonomi oknum pribadi diatas nama masyarakat.**subli

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: