Tinggalkan komentar

Pembangunan Seminsasi Jalan Tabang – Kembang Janggut Buruk


Tenggarong, gERAKAN aKTIF

Masyarakat kedua kecamatan tentu sangat senang dengan mulai dilaksanakannya  pembangunan semenisasi jalan penghubung antara kecamatan tabang dan kecamatan kembang janggut. Pembangunan ini besumber dari dana APBD Kukar tahun 2011 – 2012, yang merupakan aspirasi masyarakat yang terekam dalam musrembangdes dan musrembang kecamatan .

Bila nanti Jalan ini selesai dan mulus di harapkan dapat meningkatkan perekonomian dan  kesejahteraan masyarakat, serta sebagai upaya untuk  membantu dan mempercepat akselerasi  pembangunan di daerah, di samping itu, bertujuan  menjawab aspirasi masyarakat.

Namun sangat di sayangkan, kenyataan dilapangan, proyek milliaram rupiah itu dapat dipastikan sia-sia. Hal ini terbukti dari hasil pantauan media ini, Sebagaimana dilihat di foto ini seperti itulah proses pekerjaan semenisasi jalan lintas kabupaten di kecamatan Tabang dan Kec.Kembang Janggut.

Bayangkan, besi tulangan tergolong tidak memadai dengan kondisi yang berjarak  8 meter dengan ketinggian diatas 20 cm, terlalu kecil, parahnya lagi tulangan besi diberikan dengan interval antara 10 hingga 15 meter saja pada posisi melintang.

Pada kondisi geografi tanah di kedua kecamatan ini sangat rentan dengan longsor, karena masih labil dan kondisi apa adanya sangat memungkinkan kelak jika terbangun seminisasi akan terdapat/terbentuk rongga-rongga di bawah jalan yang menganga dan rawan longsor.

Seharusnya dengan kondisi tanah yang labil, peruasahaan pemenang tender harus meneliti lebih dalam dan  apa yang cocok untuk menanggulangi hal semacam itu, bukan membiarkan dan terkesan masa bodoh. Misalnya dengan memberikan besi tulangan sepanjang jalan, seperti yang di lakukan PT.Wirdha Mandiri dalam proyek pembangunan semenisasi di sanga-sanga sepanjang 7 KM.

Qualitas, pasir, batu hingga campuran semen sangat menentukan qualitas badan jalan, seperti yang tampak dalam gambar, dapat diprediksi jalan tidak dapat dinikmati masyarakat kurang dari satu bulan itupun sudah termasuk lobang dan keretakan dimana-mana yang dapat sewaktu-waktu amblas.

“ saya sangat yakin dengan cara pembangunan semensisasi seperti ini, jalan tersebut tidak akan bertahan lama oleh karena konstruksi (besi tulangannya) diletakkan degan jarak yg berjauhan, “ beber Ayansyah.

Masyarakat hanya berharap, kontraktor dan dinas pekerjaan umum Kabupaten Kutai Kartanegara jangan main-main dengan uang rakyat khususnya dalam membelanjakan pembangunan untuk kepentingan publik yang sebenarnya sudah dapat mereka prediksi hanya bersifat sementara/tidak bertahan lama.

Ditambahkan Ayansyah, Seandainya kontraktor ingin mencari keuntungan dari proyek seminisasi jalan ini, diharapkan yang wajar dan tidak berlebihan, “ Kasihan kami orang kampung  yang hanya mengandalkan akses jalan yang mulus, tidak minta macam-macam,” Tandasnya.(Karmila)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: