Tinggalkan komentar

H Abdul Karim Jailani Sosok Pengusaha Sukses


Dari Petangis kecamatan Batu Engau Kabupaten paser yang low profile

Paser, Gerakan aktif

Meraih kesuksesan dalam berusaha tak semudah dengan membalikkan kedua telapak tangan dan semua juga tidak terjadi secara kebetulan, melainkan karena sesuai dengan rencana dan rancangan yang matang.

Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah mempersiapkan pekerjaan ber­dasarkan tingkat kepentingan, kendati demikian kadang-kadang rencana tinggal rencana. sebab rencana tidak akan ber­jalan dengan baik jika tidak dilakukan atau diselesaikan dengan segera.

Ya, kesuksesan itu tidak bisa datang dengan sendirinya. Seperti H Abdul Karim Jailani yang akrab disapa H Karim adalah sosok realita pahitnya kehidupan. “Maklum saya ini hidup hanya sekali. Wartawan Expos Kaltim dan Teropong Netral belum lama ini menemui H Abdul Karim Jailani diruang kerjanya dan langsung berbin­cang-bincangmengenai pekerjaan yang selama ini ia tekuni.

Ternyata dalam pekerjaan H Karim ini, ia mengatakan pada media ini, sekarang saat bekerja dulu sesuai dengan rencana dan rancangan yang telah terprogram, barulah kita berbicara pada orang lain. Jadi kalau kita memiliki program, tapi disebarluaskan sebelum dilaksanakan itu akan dapat banyak rintangan dari berbagai lawan bisnis kita. “Karena itu ada pepatah mengatakan apa yang bisa dilakukan hari ini jangan ditunda-tunda sampai hari esok, karena hari esok ada urusan”.

Kalau kita suka menunda-nunda pekerjaan, akan muncul sikap malas dan tidak mau berpikir secara jelas, dan pada akhirnya membuat orang lain kehilangan kontrol, padahal self control sangat di­perlukan dalam membuat bisnis sese­orang agar stabil. Sebab bisnis yang eksis harus melibatkan banyak pihak, yaitu pelaku bisnis, karyawan, pemerintah dan masyarakat selaku konsumen.

Karena itu kita harus melakukan ak­tivitas untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan keinginan hati. Selain itu kita harus bergerak dan bekerja agar semua tujuan dapat tercapai. Kita juga harus mengambil harus mengambil langkah seribu, jangan sampai sampai kita kalah dengan langkah orang lain. Karena tidak ada orang yang bisa mengendalikan pikiran kita, kecuali diri kita sendiri, sebab tak ada seoangpun yang dapat melakukan hal itu kecuali diri kita sendiri, karena kita pilot ahlinya. Ka­rena itu pula kita harus menghadapi ber­bagai kendala dengan penuh keberanian, Satu-satunya yang dapat kita katakan adalah, waktu adalah milik kita, ujar H. Karim.

Dan H. Karim juga menambahkan, dalam suatu pekerjaan kita diberikan sedetik demi sedetik untuk me­manfaatkan waktu. Jangan sampai disia-siakan, artinya kita harus bertindak sekarang juga. Sikap malas tak boleh ber­sarang dan itu bisa menjadi penyakit dalam tubuh kita.

Menyingkapi kemalasan dalam bentuk apapun, kata H. Karim baik termasuk malas akal bicara, malas budi atau malas tubuh        akan mendatangkan kejahat­an, kemalangan, masalah dan kematian karena melanggar hukum alam.

“Kita hanya bisa tumbuh dan ber­kembang jika kita bergerak, beraktivitas, dan bekeria. Sebab kegembiraan hidup sejati hanya dimiliki orang-orang sibuk terlibat dalam pekerjaan.

Bekerja untuk mendapatkan peng­hasilan saja tidaklah cukup berkembang sebagai manusia yang untuh. Kita tak pernah menguatkan otot dengan meng­abaikan budi dan mengacuhkan tubuh. Kita tak bisa mengenyangkan perut dan membuat jiwa kelaparan. Jadi semua itu kita harus mengembangkan akal budi jiwa dan raga dengan memanfaatkannya setiap hari. Dan kita mestinya berjuang membuat ketiga aktif, sibuk, dan terlibat dalam berbagai program untuk per­kembangan terus menerus.

Selain itu bekerjalah sebaik-baiknya yang nantinya menghasilkan kontrol diri. Kesederhanaan, kerajinan, kegembiraan dan kepusasan akan menjadi kata kunci. Kesuksesan jika pekerjaan dilakukan dengan baik akan tercapai hasil yang baik, katanya.

Dan juga perlu diingat, papar H. Karim bahwa bisnis yang sukses berasal dari ketekunan dan keuletan, karena itu kita harus bangun dan berusaha jika enggan memikul tanggung jawab. Contohnya, para petani akan menghasilkan panen yang baik jika mereka menanam benih yang baik. Demikian juga dengan bisnis yang  sukses atau ingin menikmati hasil yang berlimpah atau menguntungkan, kuncinya berilah yang terbaik kepada konsumen agar ia merasa puas dengan apa yang kita berikan kepadanya. Dalam pembicaraan ini pak H. Karim menga­takan pekerjaan yang selama ini saya tekuni kalau dianggap berhasil itu me­mang kata anda, tapi perlu diingat dengan pekerjaan saya yang sekarang ini, tentu saya melibatkan beberapa karyawan yang mendukung saya, sebab tanpa bantuan karyawan saya tidak mungkin usaha ini berhasil.

Ditanya ada berapa banyak karyawan yang bekerja disini ? Spontan beliau menjawab, kar­yawan yang bekerja di­perusahaan ini jumlahnya kurang lebih 300 orang pekerjaan sudah dapat direalisasikan.

Bukan hanya itu H. Karim sendiri dalam waktu dekat akan membuat pe­nangkaran sapi yang didatangkan dari pulau bali serta kambing dari sulawesi sedangkan rusa dari daerah se-tempat. Kami juga akan membuat kolam pemancingan yang jenis ikannya seperti ikan mujair, ikan mas dan nila. Disisi lain H. Karim juga merencanakan akan mem­buat tanaman hias, ungkapnya.

Meski bayangan kehidupan yang ber­kecukupan nyaris tak terbayang apalagi meraihnya, namun tidak menyurutkan tekat saya untuk berkerja dan terus berusaha seakan tak ada perasaan bosan dan lelah, menyusul hari berganti bulan dan berlanjut menapak tahun demi tahun tak terasa kita masuk kesuatu era tehnologi dan industri tak terkecuali juga berdampak hingga pelosok desa, katanya.

peluang dan kesempatan dimasa itu tidak disia-siakan oleh H. Karim hingga akhirnya nasib mujur dan sukses, H. Karim telah menghantarkannya menjadi seorang
pengusaha yang sukses dan maju. Kata orang “sengsara membawa nikmat”. Boleh jadi latar kehidupan masa lalu H. Karim terpatri jiwa social bisa dikata ia juga
berjiwa dermawan untuk kepentingan sosial apalagi untuk siar agama. Banyak orang segan dan menghormatinya apalagi H. Karim santun dalam bergaul.

Naluri bisnis H. Karim mengalir deras melalui ajaran yang ditanamkan secara kuat oleh orang tuanya. Nilai religius juga tertanam sekuat pemahamannya terhadap dunia usaha. Kedua sisi yang saling me­lengkapi tersebut tidak dapat dipungkiri memang sudah dipersiapkan secara matang oleh orang tua H. Karim terhadap jalan hidup anak-anaknya.

Dalam menjalankan perusahaan, kegagalan dan kerugian selalu menyertai keberhasilan dan keuntungan. PT. Sumber Agung Prima (SAP) untuk menjadi seperti sekarang telah mengalami jatuh bangun dan pahit getirnya kerugian. Kerugian dan kegagalan adalah resiko dalam mencapai keberhasilan. Semakin tinggi pencapai keberhasilan semakin juga resiko yang dihadapi. Seni berbisnis adalah bagaimana menyingkapi resiko tersebut terang H. Karim.

Kalau tidak berani mengambil resiko, sebaiknya jangan terjun ke dunia usaha, tambahnya. PT. Sumber Agung Prima (SAP) saya kelola dengan dengan sungguh-­sungguh namun demikian semuanya ini bukanlah akhir dari suatu keberhasilan, yang penting kita pandai mensyukuri nikmat dan karunia yang berasal dari-Nya, kata H. Karim.

Sebagai seorang pengusaha dibidang perkayuan dengan ratusan karyawannya, berarti H. Karim, sudah membuka lapangan pekerjaan di daerah tersebut, tepatnya di daerah petangis kecamatan batu engau kabupaten paser.(red)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: