Tinggalkan komentar

MENCARI SOLUSI, KRISRUH LAHAN Perusahaan Vs Masyarakat


Tenggarong – GERAKAN AKTIF

Dengan merenungi nasib selama ini yang di alami Bapak Suwandi dan keluarganya dengan Hak Atas Tanah yang dimilikinya, dan dengan dasar legalitas yang sangat jelas sejak tahun 2004 tanah tersebut yang terletak di belakang rumah/warung dikuasai oleh PT. Jembayan Muara Bara (JMB) karena di Pihak (JNB) merasa pernah membeli tanah milik Bapak Suwandi akan tetapi dari Bapak Suwandi bukan bukan tanah yang saat ini masih ditempati. Dan melainkan tanah yang jauh dibelakaang dengan nilai uang Rp. 30.000.000,-.

Selanjutnya beberapa tahun kemudian bapak Suwandi mengajukan tuntutan kepada yang berwajib, dan tanggapan dari Pihak instansi terkait mengadakan pemeriksaan atas Tanah Hak Milik bapak Suwandi dengan menghadirkan saksi-saksi mulai dari Perwakilan PT. Jembayan Muara Bara (JMB)  Manajer Bapak Danang bersama bapak John P. dan dari Bapak Suwandi menghadirkan beberapa saksi-saksi yaitu Bapak Hamran, Bapak Muklis, Bapak Mekaildan saksi tetangga batas tanah Bapak Suwandi.

Dan pemeriksaan itu sudah dilakukan beberapa kali belum juga menghasilkan kesepakatan dari kedua belah pihak antara Bapak Suwandi dan PT. Jembayan Muara Bara (Manajer) dan beberapa tahun kemudian, bapak Suwandi mengajukan tuntutan harga tanah yang dikuasai PT. JMB dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2012 dengan 5 Milyar Rupiah, bilamana dari Pihak PT. Jembayan Muara Bara segera memberikan jawaban, maka pihak Bapak Suwandi akan menguasai lahan kembali (menutup jalan houling) yang letaknya persis di belakang warung dan rumah dengan jarak kira-kira 10 meter dan mendengar Bapak Suwandi mau menutup jalan Houling, sesuai dengan janji dari PT. JMB bapak Babinsa (Hartono) mencari Pihak manajer PT. JMB segera hadiri di rumah bapak Suwandi, dan akhirnya datanglah perwakilannya dan nampaknya orang baru yang belum dikenal oleh Media Gerakan Aktif Bapak Solihin mengatakan akan sesegera mungkin membantu menyelesaikan permasalahan bapak Suwandi dengan Pihak PT. JMB.

Dan mulai dari hari senin tanggal 09 April 2012 sampai hari ini rabu tanggal 18 April 2012 dan diadakan pertemuan di Polsek Teluk Dalam. (janji Bapak solihin bilamana tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan secara Islam kafir) ucapnya. Dan selanjutnya jatuh apada hari yang sudah ditentukan adalah yang ditujukan ternyata di pindahkan ke Kantor Camat, dan setelah sampai di kantor Camat ternyata bapak Camat meminta maaf tidak bisa membantu memecahkan permasalahan bapak Suwandi akan tetapi diwakilkan kepada Bapak Sekretaris Kecamatan (Bapak Sahari, SP., M.Si) dan akan tetapi yang menjanjikan dan menentukan waktu adalah bapak Sholihin kok malah tidak hadir dan yang menghadiri orang lain, yaitu Bapak danang dan Bapak John Priles. Pertemuan dilaksanakan di Ruang Kerja bapak Camat. Dan Bapak Suhari, SP.,M.Si sebelum memulia pertemuan, memohon maaf karena Bapak Camat tidak bisa mengikuti pertemuan ini karena menghadiri/mendatangi para pendemo di Desa Mulawarman bersama-sama Kapolsek Teluk Dalam, Komandan Koramil.

Dan pertemuan berlangsung di Ruang Kerja bapak Camat dari pihak PT. JMB Bapak Danang bersama Bapak John Priles dan dari Bapak Suwandi menghadirkan Bapak Mikael  (Kuasa Bapak Suwandi) saksi Bapak Hamran dan Bapak Muklis tapi tidak masuk karena tempatnya sempit, dan Bapak Riadi (mantan Kades) Bhuanan Jaya beserta Sekdes (Widodo) dan Bapak Sekcam melihat sudah cukup langsung membuka dengan bacaan Basmalah, semoga perttemuan ini bisa berjalan lancar dan baik serta menemukan solusi terbaik.

Selanjutnya Sekcam langsung menunjuk Bapak Suwandi sebagai penggugat dan dilimpahkan kepada kuasanya (Bapak Mikael) langsung membacakan tuntutannya dengan dalih legalitas tanah milik Bapak Suwandi dan jawaban dari pihak PT.JMB adalah menunjukan Peta Tanah yang dijual oleh Bapak suwandi dan mengeluarkan bukti kwitansi yang ditanda tangani oleh Bapak Suwandi memang mengakui tak akhir pertemuan tersebut belum ketemu titik terang. Dan dari pihak PT.JMB memberikan berita acara pertemuan dengan dasar musyawarah pihak I dan II bersepakat, dan dari pihak Bapak Suandi meminta penyelesaian tumpang tindih tanah dengan PT.JMB dengan melakukan Negosiasi harga tanah. Kemudian manajemen JMB memberikan jawaban paling lambat hari senin tanggal 23 April 2012, dan bilamana keputusan dari PT. JMB tidak sesuai, maka pihak bapak Suwandi akan menguasai lahan. Akan tetapi setelah sampai jatuh tempo yang ditentukan ternyata dari pihak PT.JMB maleset dengan alasan Bapak Camat tidak ada di tempat, “oke” (bilang bapak suwandi) masih bertoleransi dan pihak JMB memohon maaf dan meminta waktu lagi sampai sampai hari senin tangal 30 April 2012 ternyata oleh Bapak Camat ditunda besoknya tanggal 01 Mei 2012 dan pada hari ini Selasa tanggal 01 Mei 2012 pertemuan di Ruang Kerja Camat berlangsung a lot sehingga dari pihak PT.JMB yang hadirkan P. Ganda, Danang, Solihin, dkk.

Kemudian pihak JMB memberikan pertanyaan pada bapak suwandi, “dari segi mana dan apa yang membuat harga begitu mahal sampai milyaran rupiah?” dan dari bapak suwandi melalui kuasanya mengakatan dan menepis pertanyaan PT.JMB itu dari omset-omset rumah beserta warung yang dimiliki pak wandi hingga lahan yang saat ini masih di kuasai JMB (jalan houling). Dan tidak lain dari hal tersebut diatas maka dari pihak JMB dini hari menurunkan team untuk mengadakan pengukuran ulang dan dilanjutkan besok rabu tanggal 02 Mei 2012 bersama-sama team dari kecamatan tenggarong seberang. Dan menurut kuasa dari pihak suwandi (pak Mikael) yang dapat dihubungi telepon genggamnya oleh Media GERAKAN AKTIF mengatakan “bilamana nanti dari kedua belah pihak tidak menemukan jalan terbaik maka dengan terpaksa melalui jalur meja Persidangan Pengadilan Negeri, akan tetapi apabila kedua belah pihak (masih dalam proses di pengadilan) tidak boleh melakukan aktifitas (aberoperasi akses tutup) begitu penyampaian Bapak camat yang disampaikan oleh kuasa suwandi yang dapat dihubungi oleh Media GERAKAN AKTIF.

Kemudian selanjutnya pada tanggal 15 Mei 2012 yang sesai dengan hasil pertemuan sebelumnya dan ditanda tangani oleh beberapa pihak, maka bapak suwandi/Mikael menguasai lahan mulai pukul 10 wita tanggal 15 Mei 2012 dan yang dapat di konfirmasi oleh Media Gerakan Aktif bapak suwandi/Mikael mengatakan bahwa kami melakukan ini sudah waktunya karena dari pihak PT.JMB belum memberikan jawaban yang sesuai atau penawaran yang kami ajukan ke Perusahaan yang memiliki Hoyer-hoyer yang ada.

Dan pada saat lahan dikuasai oleh bapak suwandi/mikael datanglah perwakilan dari pihak JMB Bapak Solikin akan tetapi tidak bisa menemukan jalan terbaik karena sudah pernah mengatakan bahwa dirinya utusan dari8 pusat yang harus bisa menyelesaikan malasah ini kalau tidak, karna kami orang muslim berarti kafir, ternyata hanya omong kosong. Dan perwakilan yang kedua Pak Tri juga belum bisa memberikan keputusan, karena penawaran yang diberikan kepada pak suwndi oleh PT.JMB belum sesuai dengan yang diajukan dari Rp. 4,95 Milyar dan dari pihak JMB hanya menawar secara lisan Rp. 1,4 Milyar, akan tetapi dari pihak suwandi meminta jangan harga lisan penawarannya, maksudnya yang tertulis dan ada logo perusahaan, jadi biar bisa dipertanggungjawabkan, meskipun anak kecil yang membawa ke tempat ini kami hargai.

Dan selanjutnya pihak JMB membuat penawaran sesuai permintaan bapak Suwandi/Mikael tertulis di serahkan kepada pak suwandi/mikael dan dalam surat penawaran dengan nilai Rp. 1,4 Milyar dan pihak pak suwandi/mikael menerima , akan tetapi karena nilai penawaran hanya senilai Rp. 1,4 Milyar maka dari pihak bapak suwandi memberikan jawaban yang sangat bijaksana yaitu “mulai batas jalur houling sampai ke belakang dan jalur houling ke depan tanah rumah tetap milik bapak suwandi. Dan dengan permintaan seperti itu dari perusahaan juga belum bisa memberikan jawaban yang pasti hingga pak suwandi menguasai lahan sampai 32 jam.

Dan selanjutnya melalui beberapa pertemuan yang dihadiri pihak kapolsek bserta anggotanya guna pengamanan dan perundingan selanjutnya dilaksanakan di rumah bapak Suwandi yang menghadirkan Bapak Kapolsek beserta staf hukum pak Tri dan dua orang kuasa hukumnya serta beberapa saksi dari pihak bapak suwandi dan musyawarah tersebut juga masih alot. Karena dari kedua belah pihak tidak ada yang mau mengalah dengan masing-masing penawaran. Dan dari pihak kapolsek memandang dari sisi kelemahan surat-surat tanah yang meragukan dengan adanya tumapng tindih kepemilikan tanah, maka dari bapak Kapolsek (Wisnu) melalui Kasi Hukumnya, karena belum adanya kesepakatan maka sebelum melangkah ke meja hijau (Pengadilan) diberi waktu sampai hari kamis tanggal 24 Mei 2012dan bila mana dari waktu ruang itu belum ada kesepakatan dari kedua belah pihak, dengan terpaksa dengan jalur hukum. Dan dengan petunjuk seperti itu maka dari pihak bapak suwandi/mikael hanya mengiringi saja dan juga kami ikuti (mikael) dan dari bapak suwandi /mikael menambahkan “bila mana kemenganan di pihak kami, maka penawaran dari JMB yang Rp. 1,4 Milyar tidak akan kami pakai lagi” begitu imbuhnya.

Dan dengan demikian waktu ruang yang diberikan oleh kapolsek beberapa hari yang lalu tidak terselesaikan, maka akan ditindak lanjuti di Polres Kutai Kartanegara. Dan selanjutnya jatuh pada hari kamis tanggal 24 Mei 2012 maka bapak kapolsek mengundang pihak-pihak terkait, Bapak Suwandi pemilik lahan serta Bapak Mikael kuasa Bapak Suwandi, Kepala Desa Suka Maju (Hrg TUPON) Kepala Desa Bhuna Jaya (Riadi) Camat Tenggarong Seberang Beserta Kasi Pemerintahan, dan dari pihak JMB Bapak Suganda, Bapak Solihikin, Bapak John Priles, dan dihadirkan juga perwakilan dari Dinas Pertanahan dan perkebunan. Sedangkan dari pihak Kepolisian yang hadir adalah Humas polres Kukar (Bapak Nyoman) dan Bapak Kapolres berhalangan hadir maka diwakilkan oleh beberapa Perwira dan Kapolsek Teluk Dalam (Bapak Wisnu) serta dihadirkan beberapa saksi oleh bapak suwandi. Selanjutnya tempat yang difasilitasi oleh Bapak Kapolres di Ruang Rapat Polres Kutai Kartanegara, dan diperkirakan para undangan sudah cukup, maka dimulailah acara pertemuan yang beragendakan permasalahan tumpang tindih tanah milik Bapak Suiwadi dan PT. Jembayan Muara Bara dan oleh pembawa acara, di Persilahkan dari pihak bapak suwandi yang dikuasakan dengan bapak Mikael, lalu dibacakanlah oleh kuasa pak suwandi kronologi permasalahan tanah milik bapak suwandi yang selama ini dikuasai oleh PT. JMB dan yang berikutnya legalitas tanah milik bapak suwandi jawa dibacakan oleh bapak kepala desa Bhuana Jaya (pak Riadi) dan bapak Kepala Desa Suka Maju yang diwakili oleh Kaur Pemerintah, menerangkan dan menjelaskan permasalahan tersebut tidak tumpang tindih, bahkan mulai awal pembuatan surat atas nama bapak suwandi juga tidak menjual ke PT. JMB atas tanah yang ditempati hingga sekarang.

Dan selanjutnya, permasalah ini kami kepada bapak dan dari perwakilan Kapolres, pertanyakan kepada pihak PT. JMB, akan tetapi dari PT. JMB tidak mempunyai bukti-bukti yang kuat dan terus dibantah oleh pihak kuasa pak suwandi. Dan dengan kenyataan yang seperti ini, maka kuasa suwandi jawa menyampaikan lagi bahwa penawaran yang beberapa hari yang lalu berubah karena sesuai dengan kata-kata yang sudah dilampirkan, semula penawaran JMB Rp. 1,4 Milyar, sekarang menjadi Rp. 2 Milyar dan diberi waktu satu minggu, bila tidak direalisasikan maka bapak Suwandi/Mikael akan menguasai lahan kembali, dan dari pihak JMB masih mau melaporkan hal ini ke Kantor Pusat.***  WARAS CS  ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: