Tinggalkan komentar

KOMISI I DPRD KUKAR SIDAK MUSIBAH PETANI SEMANGKA


Jeritan Petani Semangka Loa Ipuh Darat,Akibar Banjir Lumpur Tambang Batu bara PT MHU

 

Tampak Pembina dan Penangung Jawab GERAKAN AKTIF Kalimantan  A Johansyah MS bersama Anggota Komisi I DPRD Kukar

 

Tenggarong, gerakan Aktif

Di tengah cuaca yang kian tak menentu, hujan dan panas sering terjadi secara bergantian, ditambah lagi dengan keberadaan Tambang Batu Bara PT Multi Harapan Utama (MHU). Petani semangka di Kecamatan Loa Ipuh darat, Kabupaten Kutai Kartanegara Kaltim mengalami kerugian yang tidak sedikit lantaran lahannya terendam banjir yang berasal dari dam/limbah pencucian batu bara PT MHU.

Lahan semangka seluas 1 hektare tersebut terendam banjir pada periode 1 – 15 April yang lalu. Di Loa Ipuh darat, tidak hanya komoditas semangka saja yang terkena banjir sejak awal hingga pertengahan April lalu. Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  Tanaman kacang-kacangan, jagung dan komoditi lainnya juga terendam banjir yang mengakibatkan petani gagal panen.

Berdasarkan laporan warga tersebut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Labupaten Kutai Kartanegara turun kelapangan dalam rangka sidak yang dipimpin langsung dari komisi I, GUNTUR untuk melihat secara dekat kondisi kebun petani yang rusak dan gagal panen akibat banjir PT MHU.

“Selama bulan April sudah terjadi hampir beberapa kali limbah pencucian batu bara masuk ke lahan warga dan mulai mengenangi. Padahal, biasanya sebelum terjadi banjir saatnya bagi petani untuk melakukan perawatan karena tinggal beberapa minggu saja lagi panen. Namun Akibat banjir yang disebabkan limbah PT MHU petani menjadi gagal panen dan merugi puluhan juta rupiah,” kata IR.H.SABIR NAWIR Anggota DPRD Kukar.

Ditambahkan IR.H.SABIR NAWIR Anggota DPRD Kukar. menuturkan, sebelum terjadinya banjir dalam 1 hektar petani bisa memanen semangaka sampai 7 ton dalam satu kali panen, biasanya dalam 3 bulan bisa 3 kali panen.

Sementara itu, Bambang/didik petani semangka menuturkan, pihaknya telah bertani sejak tahun 2008 di lokasi KM 14 di kelurahan Loa Ipuh Darat dengan luas 1 heaktare hingga sekarang, dan baru kali ini terjadi musibah banjir, padahal kondisi kebun bukan daratan rendah melainkan tinggi.

“ Saya mengaku pasrah, hanya saja saya meminta perusahaan tambang PT MHU dapat menganti kerugian kami ini sewajarnya dan teman-teman lainnya,” Ujarnya.

Menurutnya, berkebun semangka sangatlah sulit karena mengandalkan cuaca pada tanamannya. Cuaca, menjadi penentu tingkat produktivitas tanaman petani selain pupuk dan perlakuan lainnya.

Sebagai contoh kata Bambang/didik petani semangka, pertanaman semangka petani yang rusak karena cuaca yang tidak menentu dapat ditemui di Kecamatan Anggana Desa Kutai Lama, Kabupaten Kutai Kartanegara Di kecamatan tersebut, tak kurang dari 10 hektare tanaman semangka rusak dan terserang penyakit. Akibatnya petani mengalami kerugian karena panennya tidak bisa dilakukan. “Padahal, umur tanaman sudah masa panen, tapi akhirnya tak jadi,” katanya.(Johan DKK)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: