Tinggalkan komentar

Peninggalan Sejarah Desa Suka Maju


Tenggarong, Gerakan aktif

Dalam beberapa hari yang lalu tim dari media gerakan aktif mendatangi suatu tempat diwilayah desa suka maju / separe besar RT 11 konon ada salah satu goa, tebuya memang benar dan sampai dimulut goa para tim media mengambil gambar ( Foto-foto ) dan sangat kebetulan sekali ada dua orang petani sebut  saja abidin berasal dari jawa dan beliau sudah 28 tahun tinggal didesa suka maju dengan ikut transmigrasi tahun 1984 dan samidi yang berasal dari jawa timur, dan beliau tinggal didesa suka maju sejak 1998 hingga sekarang dan beliau dikonfirmasi oleh media gerakan aktif dan kebetulan beliau berdua sedang beristirahat disebuah gubuk setelah bekerja.

Dikatakannya, bahwa goa tersebut peninggalan sejarah kutai kartanegara dan didalam goa batu gelap terdapat bagian dan selanjutnya abidin menceritakan dibagian tengah timur goa tersimpan benda-benda bersejarah seperti pedang, piring, batu gaib dan lampu gaib yang sangat terang disebelah selatan tempat dapur dan WC disebelah utara pertapa ruangan tempat bersemedi ( Tapa ) bagian tengah barat ramai seperti adanya pasar dan kota , didalam goa juga sangat angker , ujar abiding.

Ditambahkannya, bahwa goa batu gelap tersebut menghubungkan anatara museum tenggarong dengan kerajaan kutai kartanegara dan dari media ini menghitung jarak dari jalan poros ke goa batu gelap sekitar 2 kilometer dan jalan masuk menuju ke goa batu sekitar 50 meter semenisasi, pada tahun 2011 oleh pemerintah.

Kepala desa suka maju H.M tupon yang dapat dikonfirmasi diruangan kerjanya mengatakan, “ kami sangat prihatin oleh menyayangkan peninggalan sejarah ( goa batu gelap ) tidak pernah disentuh oleh dinas pariwisata dan pemerintah contoh jalan menuju mulut goa sepanjang 2 kilometer tidak diperhatikan hingga rusak parah apalagi kalau musim hujan warga yang tinggal dijalan tersebut tidak bisa lewat jangankan motor jalan kaki pun susahnya setengah mati,” bebernya. Ia berharap kedepan agar lebih diperhatikan lagi dan dimanfaatkan sebagai sumber pendapan asli daerah melalui dunia kepariwisataan.

[WARAS / KADIRAH]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: