Tinggalkan komentar

Dugaan Gratifikasi


Ketua Panitia Lelang & KPA Proyek Pemeliharaan Jalan Loa Duri – Purwajaya Kec Loa Janan   Berbandrol Rp.  8.471.036.000.00 Milliar TA 2011  Di Bidang Bina Marga DPU Kab. Kukar Dinilai Curang.

Tenggarong Gerakan Aktif

Praktek Dugaan persekongkolan tender lelang alias  kongkalikong yang dilakoni oleh Ketua Panitia Lelang dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Proyek Pemeliharaan Jalan Loa Duri – Purwajaya Kec Loa Janan   Berbandrol .  8.471.036.000.00 Milliar  TA 2011  di Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), untuk mengatur pemenang kepada salah satu perusahaan tertentu sepertinya  adem ayem saja.

 

Terhendus Kabar adanya dugaan persekongkolan tender lelang di Bidang Bina Marga DPU Kukar itu, disebut-sebut Awalnya karena telah terjadi persengketaan antar dua perusahaan yang digadang –gadangkan oleh Ketua Panitia DPU Kukar untuk memenangkan tender lelang Proyek Pemeliharaan Jalan Loa Duri – Purwajaya Kec Loa Janan   .  8.471.036.000.00 Milliar TA 2011 tersebut. Kononnya kedua perusahaan itu sama – sama telah melakukan setor  menyetor uang pelicin dengan nilai berfariasi.

 

“Goris” Tokoh Masyarakat Desa Loa Duri Ulu Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kukar, kepada SKU SBY PRO Mengakui.”Kami sebagai tokoh masyarakat Loa Duri yang juga selaku pihak pemegang mandate aspirasi proyek itu. Bayangkan, proyek itu awalnya atas  usulan kami seluruh lapisan masyarakat disini, kami menggalang usulan aspirasi itu mulai pengumpulan  tanda tangan hingga pengajuan permohonan kepada panggar anggaran di Pemerintah Daerah Kabupaten Kukar, baik di panggar anggaran DPRD maupun ke intasi teknis yakni DPU Kukar.

Selain itu kami juga tengah menggandeng salah satu perusahaan untuk mengerjakan proyek usulan itu, bahkan kami kawal hingga pemasukan dokumen penawaran lelang, saat itu perusahaan yang kami gandeng tengah berupaya untuk memenangkan tender, dengan cara  melakukan pendekatan kepada ketua panitia dan pengakuan yang bersangkutan sempat memberi uang yang disebut uang “pelicin”, kalau saya tidak salah nilainya Rp. 150. 000. 000  namun belakangan uang itu di kembalikan oleh DPU Kukar, karena PT. INTIPRIASKO selaku kontraktor pelaksana Proyek Pemeliharaan Jalan Loa Duri – Purwajaya Kec Loa Janan  saat ini, di duga kuat telah melakukan juga setor menyetor  uang pelicin lebih dulu kepada  ketua panitia lelang sebesar  Rp. 500. 000. 000 Juta,  lebih besar dari setoran perusahaan yang kami gandeng.”Ungkap Goris begitu panjang lebar.

 

“Sebagai pemegang mandate Apirasi Proyek kami mempunyai  itikat baik dengan melakukan loby –loby kepada Direktur Utama (Dirut) PT. INTIPRIASKO yaitu Andi Arif sebagai kontraktor pelaksana, namun yang bersangkutan tidak memberi respon yang positif terhadap permintaan kami.

 

Maka persoalan ini kami laporkan ke mass media karena kami sangat kecewa dan  mengetahui persis kronologis dugaan persekongkolan tender lelang proyek  Pemeliharaan Jalan Loa Duri – Purwajaya Kec Loa Janan  .  8.471.036.000.00 Milliar TA 2011 itu. Disisi lain pada pelaksanaan proyek  Pemeliharaan Jalan Loa Duri – Purwajaya Kec Loa Janan   Berbandrol .  8.471.036.000.00 Milliar TA 2011 itu kini menjadi sorotan kami sebagai Warga Loa Duri pasalnya, Pemeliharaan Jalan Loa Duri – Purwajaya Kec Loa Janan,  seharusnya dikerjakan sepanjang 7.300 km,  tapi fakta dilapangan  PT. INTIPRIASKO terkesan melakukan pengerjaannya tidak sesuai petunjuk yang ada pada kontrak atau pada gambar perencaan awal. .”Tambah Goris lagi

 

Misalnya pengerjaanya yang dikerjakan PT. INTIPRIASKO saat ini dari SMK MUHAMADIAH red TARUNA  tidak ada pada gambar, karena kami memegang gambar perencanaan awalnya. Nah ini proyek dari mana?,  dan angarannya dari mana?, maka patut diduga PT. INTIPRIASKO mengerjakan proyek itu, proyek siluman, bila perlu Tangkap Dan Periksa Pejabat DPU Kukar Yang Korup.”Celoteh warga sekitar proyek menambahkan, disela-sela konfirmasi Awak Genta Post beberapa waktu lalu.

 

Secara terpisah Andi Arif  Direktur Utama (Dirut) PT. INTIPRIASKO di konfirmasi Genta Post via telepon seluler membantah.”Itu bukan proyek siluman pak, kalau itu proyek siluman berarti tidak ada plank proyek, sedangkan plank proyek  ada terpasang sekarang dilapangan, dan pengerjaan dari SMK MUHAMADIAH red TARUNA itu sudah sesuai dengan aturan yang ada, serta berdasarkan arahan DPU Kukar.

 

Dan juga belum tentu semua kegitan proyek itu, dapat mengikuti petunjuk yang ada pada kontrak atau, perencanaan awal,  karena kondisi lapangan. Seperti Proyek pemeliharaan ruas badan Jalan Loa Duri red Purwajaya Kec Loa Janan yang kami kerjakan saat ini, ternyata dilapangan tidak semuanya dapat kami  kerjakan sebab ada jalur – jalur tertentu yang memang sudah ada melakukan kegiatan  proyek jalan juga di jalur itu, hingga terjadilah tumpang tindih. karena tumpang tindih dengan kegiatan kami maka kami alihkan kejalur lain. Contohnya pengerjaan jalan dari SMK MUHAMADIAH red TARUNA yang kami kerjakan saat ini.”Terang Andi Arif.

 

Bantahan serupa juga disampaikan Setiono selaku PPTK Proyek pemeliharaan ruas badan Jalan Loa Duri red Purwajaya Kecamatan Loa Janan, Bidang Bina Marga DPU Kukar.” Pengerjaan itu sudah sesuai dengan aturan yang ada pak, dan anggaran proyek itu dari dana DAK serta berdasarkan SK BUPATI. Juga pengerjaan suatu proyek dapat saja sewaktu –waktu berubah di lapangan, jadi untuk gambar perencanaan pemeliharaan ruas badan Jalan Loa Duri red Purwajaya Kecamatan Loa Janan itu tidak dipakai pak.”Dalih Sutino singkat.

 

 

“Tender lelang proyek dan pelaksanaan  Pemeliharaan Jalan Loa Duri – Purwajaya Kec Loa Janan   .  8.471.036.000.00 Milliar TA 2011 di Bidang Bina Marga di DPU Kukar,  yang dikerjakan oleh  PT. INTIPRIASKO di duga   kuat sarat kepentingan hingga berpotensi telah terjadinya  Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).            Bila perlu Dokumen Penawaran yang diajukan sejumlah rekanan yang mengikuti lelang pada paket tersebut hendaknya digelar kembali oleh Ketua Panitia lelang!.

 

Guna transparansi agar dapat membandingkan dengan nilai penawaran perusahaan yang telah dimenangkan oleh panitia lelang. persekongkolan  tender lelang alias kongkalikong  yang dilakoni oleh Ketua Panitia Lelang dan KPA dengan penyedia jasa,  jelas-jelas langgar UU nomor 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. Perusahaan yang dimenangkan juga,  langgar  pasal 22 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek monopoli dan persaingan Usaha Tidak sehat.

“Jika  memang informasi ini terbukti, kami akan segera menyurati Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk segera  menurunkan Tim  KPK  di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)  tepatnya di Bidang Bina Marga DPU Kukar, dalam rangka periksaan di lapangan. Mengadakan pemeriksaan terhadap para  penagungjawab pelaksana tender lelang Proyek Pemeliharaan Jalan Loa Duri – Purwajaya Kec Loa Janan   .  8.471.036.000.00 Milliar TA 2011, khususnya (Ketua Panitia dan KPA).

Mengusut  tuntas  indikasi  penyimpangan atau persekongkolan tender lelang yang dilakukan di Bidang Bina Marga DPU Kukar.”Tegas Susanto Miady selaku Sekretaris Djenderal Dewan Pimpinan Pusat Forum Laskar Merah Putih (F-LPMP) Kaltim  ketika ditemui di Sekretariatnya di Samrinda kemarin.*(tim)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: