Tinggalkan komentar

Desa Rebaq Rinding Membangun


Tenggarong, Gerakan Aktif

 

CAPAIAN pelaksanaan kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri pedesaan tahun anggaran 2011 dari alokasi dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Desa Rebaq Rinding sepenuhnya terealisasi dengan baik. Tidak ada kendala yang berarti, namun kata Drs Hj Rustinah SE, pihaknya untuk saat ini tidak mau mengambil jatah PNPM Mandiri dikarena banyaknya gesekan yang terjadi di masyarakat, dikawatirkan akan menganggu jalannya pembangunan.

Kepala desa Desa Rebaq Rinding Drs Hj Rustinah SE akan lebih menfokuskan pada program GERBANG RAJA melalui ADD ( Alokasi Dana Desa) Pemerintah Kabupaten KUtai Kartanegara yang dianggapnya lebih urgen. Saat ini pembangunan fisik masih terus berjalan sesuai dengan anggaran yang turun dari Tahap I dan II.

Pembangunan fisik itu meliputi, proyek Lanjutan Jalan Jembatan sepanjang 100 meter, jalan jembatan gang Asikin, Rehab jembatan Rebaq Rinding dalam, Jalan Gang Nurbudi, dan pembangunan lanjutan parkiran kantor desa.

Namun Proses perencanaan pembangunan  dewasa ini, dalam kenyataannya, belum mengakomodir adanya  mekanisme atau prosedur yang benar-benar dapat menjamin berjalannya partisipasi rakyat desa. Pemerintah kabupaten atau kecamatan sampai saat ini masih belum lepas dari paradigma pembangunan sentralistiknya. Partisipasi lebih diartikan sebagai keikutsertaan dalam pelaksanaan pembangunan, bukan dalam perencanaan pembangunan.

Diyakini bahwa partisipasi adalah kunci keberhasilan masyara kat dalam membangun. Pemerinta h sendiri berkeinginan agar setiap program p embangun annya dila ksanaka n secara partisipatif. Tetapi, realitas di lapangan menunju kka n bahwa partisipasi adalah sesuatu yang mewah bagi warga desa. Kasus-kasus yang ditemuka n dalam pelaks anaan program  PNPM mandiri menunju kkan bahwa peran aparat p emerintah ter nyata sangat dominan dalam men entukan s ebuah ren cana kegiatan. Berbagai saran, pengarahan dan anjuran dari aparat desa, kecamatan (bahkan kabupaten ), pada akhirnya menjadi kata putus yang harus dilaksa nakan.

Untuk menunjang kegiatan tersebut, sudah barang tentu diperlukan optimalisasi potensi sumber daya melalui pendayagunaan dan penciptaan pemerataan kesempatan untuk memperoleh sumber daya sosial yang memadai seperti fasilitas pendidikan dan kesehatan. Dalam hal ini, penguasaan teknologi dan keterampilan oleh masyarakat dapat dijadikan sebagai modal dasar dalam pertumbuhan ekonomi dan perbaikan kondisi sosial pada wilayah pedesaan, beber Drs Hj Rustinah SE.

“Dengan program ini, diharapkan kegiatan ekonomi rakyat yang akhir-akhir ini mengalami kelesuan dapat bangkit kembali. Dan, perlu disadari bersama bahwa dengan segala keterbatasan yang ada, program tersebut belum secara keseluruhan menjangkau semua lapisan masyarakat. Untuk itu keterlibatan semua pihak dalam menangani permasalahan ini sangat diperlukan, serta ditingkatkannya alokasi dana desa sehingga pembangunan bisa cepat merata” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Desa Rebaq Rinding terletak di hulu sungai Mahakan, berair dan berdanau, daerahnya tidak tercemar oleh limbah pabrik dan tambang, aneka jenis ikan sangat mudah berkembang biak di daerah tersebut, sehingga penduduk desa Rebaq Rinding sangat mudah untuk mendapatkan ikan, karena geografis inilah penduduk desa Rebaq Rinding mencari nafkahnya sebagai nelayan.

Penduduk desa Rebaq Rinding rata-rata memelihara ikan di keramba, ikan yang di pelihara adalah ikan patin, ikan nila, ikan mas, ikan toman dan ikan belida, tetapi ada juga penduduk desa yang menangkap ikan secara bebas di sungai Mahakam dan danau.

Alat tangkap ikan di desa Rebaq Rinding sangatlah sederhana, seperti pancing, ancau dan rawai, beberapa dari hasil tangkapan lansung di jual ke tengkulak, dan ada juga yang dijadikan pakan ikan di keramba khususnya ikan toman.[tim]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: