Tinggalkan komentar

PEMBEBASAN LAHAN DIPULAU BUNYU MENGGUNAKAN JURUS-JURUS MAFIAH


Bunyu, Gerakan Aktif

Sistem yang dijalankan perusahaan tambang batubara di Pulau Bunyu Kaltim oleh PT.ADANI GLOBAL dalam proses pembebasan lahan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani dengan pola konpensasi terkesan mengadu domba masyarakat. Hal tersebut disampaikan selaku warga masyarakat di Pulau Bunyu. Betapa tidak pihak perusahaan yang dalam hal ini melempar tanggungjawabnya dan berusaha menutup-nutupi kesalahan yang dilakukan, mulai dari proses pengukuran lahan hingga kepembayaran dana konpensasi kepada kelompok tani praktis merugikan

     Muh.Leonama       sebagaian kelompok tani di pulau Bunyu adalah sangat tidak masuk akal dimana lahan orang yang nyata-nyata sama sekali tidak pernah dilakukan pengukuran sebetulnya, malah tiba-tiba mengeluarkan statement bahwa lahan tersebut sudah dibayarkan kepada orang lain tanpa sepengertahuan pemilik lahan. Dan lebih extrim lagi bahwa pihaknya tidak bertanggungjawab atas kejadian ini terkecuali melimpahkan kepada pihak-pihak yang telah menerima pembayaran dimaksud. Tindakan seperti ini sama halnya menyuruh masyarakat berkelahi kemudian dia menonton dari jauh. Maka jurus-jurus yang dipakai menyelesaikan pembebasan lahan model seperti tak ada bedanya “Ala Mafiah” dan sama identiknya dengan mengadu domba masayarakat,sebab merekayasa menghilangkan hak orang lain apalagi dengan sengaja adalah bagian dari kejahatan. Orang punya bukti kepemilikan lahan berupa surat garap malah praktis dihilangkan tanpa dibayar sebaliknya ada oknum yang tidak punya bukti-bukti kepemilikan lahan bergegas dibayarkan. Ini akan sama saja mengambil barang yang benar untuk menutup yang salah, apakah itu bukan melawan hukum ? apakah itu bukan gaya-gaya Mafiah yang dipakai ? Masyarakat yang dikecewakan tentunya tidak menerima kendatipun. Berdalil bahwa setiap pembayaran dana konpensasi ke masyarakat disertai surat pernyataan yang arah tujuan semata melepaskan atau membebaskan perusahaan dari segala tuntutan pihak lain dikemudian hari. Itu juga pekerjaan akal yang dibangun sepihak. Adapun alasan hukum yang digunakan perusahaan akan tetapi yang nyata dimata masyarakat diPulau Bunyu bahwa Sdr.Sidik Marsono adalah orang Indonesia asli dan diperusahaan sebatas makan gaji. Jangan merasa dijepit diketiaknya orang asing,lalu lupa diri mengkhianati bangsanya sendiri dengan cara melukai masyarakat. Kendati anda dipercayakan ada apapun pangkat serta kedudukan anda diperusahaan bukan persoalan bagi kami, namun satu hal yang perlu ingat bahwa bertindaklah arif dan bijaksana dalam menerapkan system bukan gaya-gaya penyamun yang menggaruk batu bara diPulau Bunyu hingga keakar-akarnya toh pemerintah juga yang punya kebijakan mengeluarkan izin explotasi tambang batu bra di Pulau Bunyu ini sehingga masyarakat menerima pasrah dengan keadaan ini akibat adanya program Pemerintah Kabupaten Bulungan. Akan tetapi masyarakat hanya meminta perlakuan perusahaan jangan sampai melampaui batas melukai hati masyarakat setempat. Sebab perusahaan yang harus memperhatikan kondisi masyarakat apapun karakter dan perilaku masyarakat bukan sebaliknya, jangan hanya mendengungkan indahnya kebaikan yang sudah dan akan diprogramkan di Pulau Bunyu,sementara realitas kehidupan masyarakat tidak seindah itu,karena masih banyak kehidupan masyarakat yang serba pincang disanasini. Ambil contoh masalah kerja biar banyaknya sejuta tenaga kerja yang direkrut perusahaan memang itu suatu kebutuhan mutlak perusahaan, bukan dijadikan tambang kehebatan perusahaan, seolah-olah perusahaan lain tidak bisa berbuat yang hanya bisa dalah PT.ADANI GLOBAL padahal gombal belaka. Penyelesaian lahan saya nyata-nyata hak masyarakat ditebasnya apalagi mengumbar janji perbaikan ekonomi,sosial budaya serta lingkungan hidup,jangan-jangan janji obat generik minimal mengurangi rasa sakit. Dalam setiap permasalahan masyarakat sampai meminta pemerintah setempat yakni Camat Bunyu untuk memfasilitasi penyelesaian namun kenyataannya masih diputar-putar Sdr.Sidik Marsono dengan dalil sibuk dan terus sibuk kemudian orang-orang yang diutus mewakilinyapun tidak bisa mengambil keputusan karena doktrin Didik Marsono. Sadarkah Srd.Didik Marsono bahwa awalnya dating kePulau Bunyu bagaikan pengemis meminta dukungan masyarakat sekarang merasa lolos explotasi batu bara dan mengekspor jutaan metrik. Dan Lucunya Lagi dia membebaskan melalui yang bukan punya lahan sehingga perjanjian apabila perusahaan sudah bayar berarti ada orang luar menuntut ada yang menjual harus beurusan dengan yang punya lahan perusahaan terlepas segala tuntutan ibarat ada penjual 2 orang  yang satunya di ambil sayurnya  tapi membayar kepada penjual sayur yang lainnya. []

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: