Tinggalkan komentar

Dana Lauk Pauk Guru Perbatasan Belum Terealisasikan


Nunukan Gerakan Aktif

Kesalahan pemahaman itu soal biasa apa lagi kita sebagai manusia biasa yang tak luput dari salah dan lupa, inilah yang terjadi di Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan disebabkan pembagian honor lauk pauk bagi guru-guru honorer asalkan telah mengabdi sejak tahun 2005 hingga 2010 berhak mendapatkan dana tersebut.

Tapi anehnya masih banyak guru-guru yang belum mendapatkan dana tersebut dan yang membuat guru-guru ini kesal adalah guru-guru yang tidak pantas dan berhak atas dana tersebut malah dapat. Jadi dasar inilah guru-guru menduga data ini dimainkan Arbain,S.PD selaku UPTD karena tidak teliti dalam mendata para guru-guru.

Selaku UPTD Arbain,S.PD juga diduga menyalahi aturan serta menyalah gunakan jabatan, mengingat dana yang di dapatkan setiap guru sebesar Rp.3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah).

Dengan adanya permasalahan ini guru-guru rapat dan mengutus 7 orang perwakilan untuk menghadap DPRD Kabupaten Nunukan agar permasalahan ini cepat di realisasikan, guru-guru akan mengancam apabila mereka tidak mendapatkan haknya mereka akan mendemo Kantor DPRD Nunukan.

Seperti yang dituturkan Simon Guru SMK III Sebuku Kecamatan Sebuku. Apabila tuntutan kami tidak disikapi DPRD kami akan datang dengan masa yang lebih banyak atau mogok mengajar ungkapan beliau. Sedangkan Arbain,S.PD selaku UPTD saat ini dikonfirmasi oleh koran PK,terkait rumor yang berkembang di kalangan guru-guru, Arbain membantah, ini kesalah pahaman mereka kepada saya,ungkapnya. Sebenarnya saya ke Tarakan untuk menegur mereka agar kalau mengambil uang secara bergantian jangan sampai mengosongkan sekolah otomatis menghambat belajar-mengajar, apa lagi anak sebentar lagi ujian dan ulangan, tegas Arbain.

Masih menurut Arbain masalah pemotongan uang guru-guru itukan baru usulan, dan potongan tersebut mau saya berikan pada guru-guru yang tidak dapat dana tersebut,” ungkapnya.

Anehnya dana ini masuk ke bank sariah. Dan masing-masing guru bisa mengambilnya. Yang jadi persoalan adalah kenapa harus di Bank Sariah bukan Bank BPD? Dan siapa yang membuka rekening ini ? serta siapa yang mendata para guru-guru ini. (Team).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: