1 Komentar

Akibat Dibeking Oknum Pejabat


Akibat dibeking oknum pejabat PT.Walet Lindung Lestari Rampas Hak Masyarakat Tanjung Redeb Berau Gerakan aktif Sudah menjadi rahasia umum kalau hukum di negeri ini hanya membela bayar. Hukum juga tak dapat menyentuh penguasa dan pengusaha, tapi anehnya hukum dengan begitu mudahnya mebabat meraka orang-orang lemah (Miskin). Hal itu dapat dibuktikan seperti kasus pemilik pewaris, penemuan goa sarang burung walet (P.5GSBW) dengan pihak PT. Walet Lindung Lestari di wilayah Kabupaten Berau. Pihak PT. Walet Lindung Lestari di tuding telah melakukan pencurian atau perampasan hak sarang burung Walet ( P.5GSBW ) secara paksa. Permasalahan kasus itu hingga saat ini dikhabarkan belum juga tuntas, pasalnya, PT. Walet Lindung Lestari tetap saja dengan leluasa mengusai atau beroprasi di area goa sarang burung walet (P.5GSBW), padahal berdasarkan arahan Presiden dalam surat menteri sekretaris negara kepada menteri kehutanan nomor: B-405/M. Sesneg / SA / 08 / 2007 tgl 2 Agustus 2007 izin PT.Walet Lindung Lestari telah dicabut, serta diminta untuk mengembalikan hak- hak masyarakat selaku penemu (hak pewaris) atau pihak lain yang memperoleh pengalihan hak sesuai peraturan Daerah Kabupaten Berau. Namun ironisnya exsekusi pengalihan agar goa sarang burung walet (P.5GSBW) kembali ke masyarakat selaku hak pewaris tidak mendapat dukungan oleh aparat penegak hukum (kepolisian) Kabupaten Berau yang ketika di bawah kepemimpinan AKBP. Drs. Armed Wijaya,SH,MH selaku Kapolres Kabupaten Berau. Namun ironisnya Armed Wijaya berserta anggotanya di sebut-sebut cendrung berpihak dan mebela pihak manageman PT. Walet Lindung Lestari meskipun, pemilik atau pewaris telah mengantongi izin legal sesuai peraturan daerah (Perda) Kabupaten Berau. Berdasarkan data yang sempat di himpun Media Genta Pos, 1. Surat salinan resmi Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur (Kaltim) perkara perdata nomor Reg. 36 / pdt / 2009 / PT. KT SMD tgl 31 Maret 2009. 2. Surat ketua Pengadilan Negeri Tanjung Redeb Nomor 02 / Eks – 2009 / PN Tjr tgl 3 Agustus 2009 tentang pelaksanan eksekusi, 3. Surat berita acara eksekusi Pengadilan Negeri Tanjung Redeb Nomor 02 / Eks – 2009 ? PN Tjr tgl 7 Agustus 2009 yang ditanda tangani panetera Pengadilan Negeri Tanjung Redeb Iman Hayadi, SH, dengan saksi – saksi Sukamto, SH dan Heri, SH, serta termohon eksekusi Drs H. Makmur.Hapk. MM, dan pemohon eksekusi Husaein Jubri. 4. Surat keputusan Bupati Berau nomor 11 / SBW / Tahun 2009 tgl 7 Agustus 2009 pemberian ijin pengelolaan sarang burung walet goa kulat kepada Umar Aswinoto ( PT. Walit Lindung Lestari ). kampung Marapun Kec. Kelay Kab. Berau. 5. Surat keputusan Bupati Berau nomor 12/SBW/Tahun 2009 tgl 7 Agustus 2009 tentang pemberien ijin pengelolaan pengusahaan sarang burung Walit GOA RANGGASAN kepada Umar aswinoto ( PT Walit Lindung Lestari ) kampung Mapulu Kec. Kelay Kab. Berau. 6. Surat keputusan Bupati Nomor 13 / SBW / tahun 2009 tgl 7 Agustus 2009 tentang pemberian ijin pengelola pengusahaan sarang burung Walit GOA PUTALAK kepada Umar Wisanoto (PT. Walit Lindung Lestari ) kampung Suaran Kec. Sambaliung Kab. Berau 6. Kuwitansi tanda terima uang paksa sejumlah Rp. 4. 4000. 000, tgl 7 agustus 2009 yang menyerahkan termohon eksekusi Drs. Makmur Hapk. MM, yang menerima pemohon eksekusi Husein Jubri dengan saksi – saksi Sukamto, SH dan Heri, SH yang mengetahui panetera Pengadilan Negeri Tanjung Redeb Imam Hayadi, SH 7. Kuitansi tanda terima biaya perkara Rp. 4. 181. 000, yang menyerahkan termohon eksekusi Drs. Makmur. Hapk, MM, yang menerima pemohon eksekusi Husein Jubri dengan saksi – saksi Sukamto, SH dan Heri, SH, yang mengetahui panetera pengadilan Negeri Tanjung Redeb Berau Imam Hayadi. “Maka, dokumen 1 sampai 7 cacat hukum, karena tidak sesuai dengan prosudur, oleh sebab itu PT. Walet Lindung Lestari tidak berhak lagi mengelola, karena ijin pengelola sudah dicabut. Begitu pula mengenai laporan Polisi Nomor LP / 06 / 2010 / KSPK tgl 8 Januari 2010 dan laporan Polisi Nomor LP / 07 / K / I / 2010 / KSPK tgl 8 Januari 2010, telah cacat Hukum, tapi tragisnya aparat penegak hukum tetap saja dengan sewenang – wenang melakukan tindakan dengan melakukan penyitaan hasil panen terhadap hak pewaris. Seperti terjadi pada tgl 10 januari 2010 sebanyak 2 ½ karung dengan berat 74 kg hasil panen sarang burung walet milik Mansyah di goa Putalak Kampung Suaran Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau disita oleh penyidik Polres Berau, sedangkan Mansyah pemilik goa mempunyai ijin petik Nomor 503 / BPPT / IP. SBW – I / 07 / I / 2010 tgl 4 bjanuari 2010 atas dasar surat keputusan Bupati Berau Nomor 22/SBW/Tahun 2009 tgl 4 2009. Pada tgl 14 januari 2010 29 karung berat 474 kg hasil panen sarang burung walet milik Andul Rahman Ismail goa kulat, Kampung Merapun Kecamatan Kelay Kabupaten Berau disita penyidik Polres Berau, sedangkan H.Abdul Rahman Ismail selaku pemilik goa sarang burung walet juga mempunyai ijin petik nomor 503 / BPPT / IP. SBW – 1 / 04 / 1 / 2010 tgl 4 januari 2010 atas dasar surat keputusan Bupati Berau nomor 19 / SBW / tahun 2009 tgl 4 Desember 2009. dan selanjut menangkap dan menahan 2 orang pekerja hak pewaris sarang burung walet H.Abdul Rahman Ismail. Namun anehnya pihak PT.Walet Lindung Lestari tepatnya tgl 10 januari 2010 tetap saja melakukan pemetikan sebanyak 47 karung berat 800 kg sarang burung walet dari goa Ranggasan Kampung Mapulu Kecamatan Kelay Kabupaten Berau tanpa se_ijin pemilik goa yakni ahli waris almarhum Hindirik Wijaya, dengan kawalan aparat kepolisian Kabupaten Berau bersenjata lengkap lalu mengeluarkan tembakan peringatan di lobang sarang guna mengusir pekerja pemilik goa (hak pewaris), lalu hasil petikan tersebut di bawa ke Kapolres Kabupaten Berau pada tgl 18 januari 2010, kemudian tgl 20 januari 2010 diserahkan ke pihak PT. Walet Lindung Lestari. Sementara ahli waris (almarhum Hendrik) telah memiliki ijin petik nomor 503 / BPPT / IP. SBW – 1 / 08 / 1 / 2010 tgl 4 januari 2010 atas dasar surat keputusan Bupati Berau Nomor 23 / SBW / tahun 2009 tgl 4 Desember 2009.”Ujar amin bukan nama sebenarnya. Bupati Kabupaten Berau Drs H. Makmur Hapk MM, ketika ingin ditemui di Kantornya sedang tidak berada ditempat kemudian, sekitar jam 08.000 malam media Genta Pos kembali berusaha untuk menemui Makmur Hapk tapi hanya menemui penjaga pos rumah dinasnya saja.”Maaf pak, bapak Bupati tidak bisa diganggu.”tandas penjaga pos rumah dinas Makmur. AKBP. Drs. Armed Wijaya,SH,MH selaku Kapolres Berau juga tidak dapat ditemui karena yang bersangkutan tidak ada di tempat.”Silahkan ke Humas Polres saja pak, saya tidak berhak untuk memberikan keterangan,”terang pegawai sipil kapolres ketika ditanyakan posisi Kapolresnya saat itu. Menurut sumber yang dapat dipercaya menyebutkan.”Dengan belum selesainya kasus ini kami berharap, kepada aparat penegak hukum (Kepolisian di Wilayah Republik Indonesia) khususnya Kepolisian Kabupaten Berau untuk dapat menagani kasus ini dengamn se adil-adilnya, cepat tanggap, dan tidak menutup mata. Bukankah negara kita negara hukum kenapa permasalahan ini berlarut – larut dan jangan memutar balikan fakta jika salah silahkan di tindak jika benar segeralah mendapat pembelaan, karena buktinya sampai saat sekarang ahli waris goa sarang burung walet (P.5GSBW), hanya sebagai penonton dan gigit jari sedang pihak PT Walet Lindung Lestari yang tak ubahnya perusahaan maling kerena beroperasi secara Ellegal itu tetap dengan leluasa melakukan kegiatan. Apakah ini didiamkan saja?, atau memang sengaja di ciptakan oleh aparatur pemerintah setempat, maka patut di duga di belakang Manageman PT. Walet Lindung Lestari ada beking oknum pejabat pemerintah Kabupaten Kukar yang niatnya mencari keuntungan pribadi serta memperkaya diri sendiri (KKN).* (tim)

One comment on “Akibat Dibeking Oknum Pejabat

  1. pejabat adalah pelayan dan abdi masyarakat,bukan pemeras masyarakat,sadar dikit dong…api neraka tu nunguin kalian…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: