Tinggalkan komentar

KORBAN YANG TERTEMBAK OKNUM POLISI MENANTI KEADILAN


Tarakan,Gerakan Aktif

Peristiwa Penembakab yang terjadi malam rabu tanggal 11 january 2011 di Pulau Sadad Kelurahan Karang Harapan Kecamatan Tarakan barat kota Tarakan,sampai saat ini korban serta keluarga korban masih menanti keadilan, diungkapkan Feriyanto korban penembakan saat di temui media di kediamanny yakni di rumah mertuanya di kelurahan Selumit Pantai Kecamatan Tarakan Tengah kota Tarakan. Korban yang di dampingi istri dan mertuanya Mahmud menceritakan peristiwa yang menimpa korban awalnya korban berniat mengantar pulang rekannya yang berdomisili di pulau sadao Rt 13 keluraha karang harapan kec, Tarakan Barat tersebut yang bernama Agus.Ke tarakan menggunakan Speedboat bermesin yamaha empat puluh ( 40 ) PK,baru sekitar (5) menit lepas dari pulau Sadao,mereka bertemu dengan speed yang tidak di kenal,ungkap Feriyanto korban tiba – tiba speed tersebut menyenter kearah speed korban begitu melihat senter yang terus diarahkan ke speed mereka,sehingga teman korban yang bernama Lukman, berkata jangan-jangan itu speed perampok,sehingga si korban Feriyanto yang saat itu mengemudikan speed tersebut,putar haluan kembali ke pulau sadao.Tiba-tiba speeat itu d yang di duga perampok tadi melepaskan tembakan,sehingga speed korban tancap gas melaju kearah pulau sadao,sesampainya di pulau sadao tepat di belakang rumah Pak Ahmat warga pulau sadao,korban Feriyanto mengankat tangan sembari berteriak,ungkapnya Pak Kamri pulau sadao.Akan tetapi pelaku tetap menembaki korban dan kawan-kawannya saat itulah Feriyanto korban,terkena perluru dan menembus pinggang bagian kanannya.Kemudian pelaku naik keatas speed korban lalu memukuli korban,dan juga memukuli teman korban yang beanama agus.Menurut korban Feriansyah bukan hanya dipukuli akan tetapi juga diseret oleh oknum pelaku penembakan.Tidak lama kemudian kakak korban bernama Suriansyah berlari menuju speed korban sambil berteriak,jangan dipukul pak itu warga pulau sadao.Baru pelaku berhenti memukuli korban,tidak lama kemudian muncul lagi kerabat korban yang bernama Ahmat dan langsung meloncat kedalam speed korban,lalu mengemudi menuju ke tarakan untuk membawa korban yang sudah pendarahan tersebut ke rumah sakit.Iromisnya,sekali pun oknum pelaku penembakan sudah mengetahui bahwa korban adalah warga pulau sadao,akan tetapi pelaku yang mengikuti speed korban menuju tarakan tadi,sesampainya ke pelabuhan.Korban bukannya dibantu,akan tetapi di suruh sendiri naik dari dalam speedboat keatas pelabuhan,padahal menurut pengakuan korban saat itu sudah sangat lemah dan tidak berdaya,begitu juga saat korban sudah diatas pelabuhan,korban di paksa pleh pelaku untuk naik sendiri di atas gerobak,untuk diantarkan menuju ke mobil.Ungkap korban Feriyanto korban.Saya ingin mempertanyakan keadilan kami sudah di perlakukan saperti binatang ungkapnya.Hal yang sama di ungkapkan Mahmud mertua korban yang saat itu ada mendampingi korban di wawancara.Kami atas nama Keluarga menanti keadilan.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: