Tinggalkan komentar

PROSES MENJADI WAKIL BUPATI


Akhirnya Terpilih Menjadi Bupati Kutai Barat

Jenjang karirnya yang perlahan dan pasti, mengantarkannya menjadi seorang Bupati dari tahun 2011 – 2016. Saat masih menjabat sebagai Wakil Bupati itulah, dia diserahi sebuah tugas berat yang kemudian menghasilkan karya anak daerah yang berguna bagi semua orang. Saat itu dia ditugaskan untuk mencari lahan sebagai pusat pemerintahan lbukota Kabupaten.
Tanpa lelah dia berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, mensurvei beberapa tempat, namun hasilnya masih belum menemukan lahan yang sesuai. Hingga kemudian saat acara HKTI Ismail Thomas bertemu dengan salah seorang petinggi Barong Tongkok (Alm.Kenton) yang kemudian menyarankan untuk menggunakan lahan pertanian yang terletak antara Barong Tongkok dan Simpang Raya. Kemudian dibantu oleh Kepala Dinas Pertanian Kutai Barat Ir.Syahruni (aim) dan Kepala Dinas Pertanian Propinsi Kaltim saat itu Ir.H.Sofyan Alex, disepakatilah untuk memberikan lahan tersebut kepada pemerintah daerah Kutai Barat, untuk digunakan sebagai lahan pembangunan Pusat Kegiatan Pemerintahan Kabupaten Kutai Barat. luas lahannya saat itu ± 35 Ha, kemudian mendapat tambahan lagi dari lahan warga sekitar ± 30 Ha untuk pembangunan Politeknik, Kantor Kejaksaan, Stadion dan Pengadilan.
Pencarian lahan ini juga tidak lepas dari bantuan Pak Kenton (aim) dan Pak Tenak (pegawai PU), dalam membantu untuk memberikan penyuluhan pada warga masyarakat tentang pentingnya pusat perkantoran sebagai jantung pemerintahan, untuk memudahkan balk pejabat pemerintah maupun masyarakat dalam mengurus administrasi pemerintahan dan kegiatan pemerintahan lainnya.
Berbagai jasa dan dedikasi yang telah diberikan Ismail Thomas untuk Kutai Barat, membuatnya akhirnya terpilih sebagai Bupati Kutai Barat untuk periode 2006 – 2009 & 2011 – 2016. Bersama pasangannya H.Didik Effendi, mereka menjalankan berbagai program-program multiyears yang tujuannya memajukan Kabupaten Kutai Barat. Sejak tahun 2006, telah diadakan ADK (Alokasi Dana Kampung), untuk membantu membangun infrastruktur kampung. Lalu ada juga UBK (usaha Bersama Kampung) dalam bentuk koperasi serba usaha clan simpan pinjam. Dasar pemikiran dari diadakannya ABK dan UBK adalah bahwa pembangunan SDM dan infrastruktur harus dibangun dari kampung, pusat pemerintahan terkecil. Apabila kampungnya maju,maka besar harapan masyarakatnya pun hidup sejahtera.
Selain itu ada juga PNPM, sebuah proyek dari pusat yang sifatnya sharing dengan pemerintah daerah. Separuh atau sebesar 50% ditanggung oleh pusat clan 50% lagi ditanggung pemerintah daerah. Ada juga dinas koperasi yang mengadakan kredit UKM, serta bantuan untuk kelompok tani melalui dinas kehutanan dan pertanian.
Ada juga pembangunan – pembangunan yang bersifat infrastruktur di wilayah Ibukota Kabupaten. Pembuatan jalan sepanjang Melak hingga menuju Barong Tongkok, bertujuan untuk memudahkan masyarakat beraktifitas sehari-hari. Dibuat juga sistem drainase di tengah badan jalan yang bertujuan untuk memudahkan pemasangan instalasi PLN atau PDAM sehingga kelak tidak perlu membongkar jalan, agar kota tetap tertata rapi, tidak ada galian liar yang hanya akan merusak jalan.
Selain itu, program kerja yang bertujuan untuk melestarikan budaya juga digiatkan. Salah satu contohnya adalah pembangunan rumah Lamin / Rumah Panjang khas suku Dayak.
Diharapkan nantinya sanggar seni yang banyak terdapat di Kutai Barat dapat memanfaatkan Lamin tersebut untuk mempertunjukkan kesenian asli daerah. Menurut Ismail Thomas, pihaknya berencana mengadakan yentas seni setiap Sabtu malam, hal ini bertujuan untuk melestarikan beragam kebudayaan suku Dayak yang terdiri dari beragam etnis. Diseberang Lamin juga dibangun pujasera (pusat jajanan serba ada). Masyarakat dipersilahkan untuk berpartisipasi membuka outlet-outlet cinderemata khas Kutai Barat juga makanan-makanan lokal khas dayak.[]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: