Tinggalkan komentar

Kemenangan Ini Kemenangan Rakyat



Bontang, Gerakan
Menanggapi terpilihnya dirinya Ir H Adi Darma M Si sebagai Walikota Bontang dan Isro Umarghani sebagai Wakil Walikota, yang djadwalkan hari ini dilantik, mengajak semua komponen masyarakat Bontang untuk bersama-sama membangun, menurutnya selama ini memang muncul konstruksi makna, bahwa kemenangan selalu diindentikkan dengan hasil akhir.
Kemenangan mematri prestise, kekuasaan dan legitimasi. Kerap kali juga diikuti oleh egosentrisme dan rasionalitas pragmatis guna mencapai kegemilangan dari kemenangan.
“ Saya kira Tak ada yang salah dengan hasil akhir kemenangan, semua berjalan apa adanya terlebih jika didukung oleh kualitas proses yang menjunjung tinggi keluhuran makna kemenangan itu sendiri,” tukas Adi Darma.
Makna kemenangan Pemilukada , lanjutnya, bisa dikonstruksi oleh cara pandang kita. “Sangat mungkin, kemenangan berorientasi hasil akhir (goal oriented) dan terlepas dari moralitas, seolah-olah sahih dan menjadi realitas obyektif. Kita menyadari, bahwa realitas obyektif, merupakan suatu kompleksitas definisi realitas (termasuk cara pandang dan keyakinan ) serta rutinitas tindakan yang telah mapan terpola,” tukasnya.
Secara umum menurut Adi Darma, dihayati oleh individu sebagai fakta substansi penyelenggaraan Pemilukada adalah kekuasaan rakyat. Jika Bontang memilih salah satu pasangan dan menang dalam satu kali putaran, itu harus diterima sebagai hakekat demokrasi. Begitu juga sebaliknya, semahal apapun ongkosnya, demi demokrasi yang jujur dan adil, berapa putaran pun Pemilu toh harus tetap dilaksanakan.
Untuk itu, lanjutnya, mestinya kita bisa mengawal kemenangan ini bersama-sama dengan berupaya untuk mensikapinya dengan bijak. Satu, dua atau berapa putaran pun, hanyalah persoalan konsensus untuk melahirkan pemenang yang mengantongi mandat kekuasaan.
“Harus disadari bersama, kemenangan ini adalah mutlak kemenangan rakyat. Jadi, kemenangan ini tidak boleh ada yg meng ‘aku’. Karena hanya berkat rahmat Allah dan sepenuhnya milik rakyat Bontang,” Ujar Adi Darma.
Sementara itu Asmudin Hamzah menilai, hendaknya kemenangan ini disambut dengan teduh, khusyuk “Kemenangan mestinya setabah arang yang rela dirinya terbakar untuk menanak nasi di tungku harapan masyakat Bontang. Kemenangan itu seiklas sapi betina yang sedang menyusui ratusan ekor anaknya. Kemenangan itu merangkul semua pihak, menggandengnya untuk bersama berkeringat, berfikir, berharap serta berbakti pada ruang equitas yg hendak di gapai,” kata Asmudin Hamzah.
Kemenangan adalah gamelan yang masing masing beda bunyi, namun rancak dan saling sadar kapan saatnya berbunyi kapan jeda dan kapan berhenti. Kemenangan adalah transaksi dengan Tuhan untuk sebuah amanah suci dan suatu saat akan diminta pertanggungjawaban.
Kemenangan adalah tahapan, proses adaptasi untuk mengimplementasikan harapan, tanggung jawab untuk memikul beban. “Seiring waktu, marilah kita bersama-sama membuat penyadaran bahwa sesungguhnya kerja kita, kesadaran memilih kita, kerelaan untuk berempati baik material maupun immaterial adalah untuk menjadikan Bontang lebih baik dan sejahtera,” Tandas Adi Darma.[*]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: