Tinggalkan komentar

Sarang Walet Menjamur Harus Ada Izin Tetangga


BONTANG, gerakan Aktif
Untuk kesekian kalinya, pembangunan sarang walet kembali disoal. Pasalnya, di Bontang saat ini keberadaan sarang walet benar-benar menjamur. Sementara pembangunannya banyak mendapat tentangan dari warga, khususnya warga terdekat. Mereka mengaku tidak setuju atas keberadaan sarang walet tersebut. Saat ini di Bontang cukup banyak dijumpai, rumah warga beralih fungsi menjadi sarang walet. Bahkan beberapa fasilitas yang awalnya diperuntukkan untuk bangunan hotel-pun, kini disulap menjadi “hotel” sarang burung walet.
Menanggapi menjamurnya sarang walet, Ketua Komisi III, DPRD Bontang Basri Rase tetap mengimbau pengusaha sarang burung walet berpedoman pada Peraturan Daerah (Perda) yang ada. Salah satunya yang ditekankan yaitu pemilik bangunan harus berkordinasi dengan warga setempat, untuk mendapatkan izin bangunannya.
“Kalau warga terdekat tidak setuju dengan pembangunan sarang walet, dengan berbagai alasan, maka pembangunan itu tidak bisa dilanjutkan, bahkan kalau sudah terlanjur bisa dibongkar. Jadi sebelum terlanjur, harus ada kesepakatan dengan warga dan pemilik sarang walet tersebut,” tegas Basri Rase.
Dicontohkan Basri Rase, saat ini cukup banyak melayangkan laporannya ke DPRD, termasuk dengan warga RT 21, Kampung Sidrap Kelurahan Guntung lalu. Warga ramai-ramai memprotes menyusul banyaknya sarang burung walet berdiri di kawasan itu, sementara pemiliknya tidak pernah koordinasi ke warga setempat.
“Sekali lagi, kita berdasarkan pada Perda walet saja. Kami imbau kepada masyarakat yang keberatan atas ini supaya melaporkan ke dinas terkait, untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Pemerintah harus terus mengimbau pemilik sarang walet agar mematuhi Perda yang sudah dibuat. Salah satu poin penting yang diatur dalam Perda walet dan disahkan Tahun 2010 lalu, antara lain jarak rumah walet dari rumah warga sekitar 50 meter. Kemudian mendapat persetujuan dari kiri-kanan serta depan-belakang rumah walet oleh warga.
“Saya kira dalam Perda itu, cukup jelas. Jarak pembangunan juga harus diperhatikan, serta tingkat kebisingan suara kaset kicau burung walet maksimal 30 decibel. Tapi yang paling penting adalah perizinannya,” tandas Walikota Bontang HA Sofyan Hasdam S.Sp.[red]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: