Tinggalkan komentar

“Kukar Minta Perimbangan Lebih Selama 3 Tahun untuk Membangun Infrastruktur” Presentasi Rita Widyasari di Sekretariat Negara


Tenggarong Gerakan Aktif
Perlu diketahui Kutai Kartanegara (Kukar) adalah penghasil Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah disini ada Minyak dan Gas (migas) dan batubara dan 10, 20 dan 30 tahun kedepan akan habis, apabila SDA habis efeknya atau imbasnya pasti akan ke kami juga. Masyarakat kami bisa kelaparan dan jelas pembangunan menjadi terhambat, selama ini dana bagi hasil perimbangan yang merupakan hasil dari SDA kami seharusnya terima 30 persen, namun yang diterima Kukar hanya 0,9 persen, ini sangat tidak seimbang dengan yang kami sumbangkan kepada pemerintah,” lanjut Rita dihadapan Staf Khusus Presiden, Velix Vernando Manggai dan Staf Kementrian Lembaga terkait lainnya.
Menurut Rita, dan dihitung-hitung bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) perimbangan yang kami terima tahun ini sebesar Rp2,3 T masih kurang untuk membiayai infrastruktur, itu masih berbicara masalah jalan belum lagi pembangunan fisik lainnya karena Kukar memiliki wilayah yang luas, yakni wilayah pesisir, tengah dan hulumahakam.
Setelah kami menghitung dana yang dibutuhkan mencapai kurang lebih Rp6,5 T itu infrastruktur di seluruh wilayah Kukar dan dijamin jalannya semua akan bagus, tetapi mustahil dengan dana Rp2,3 T/pertahun yang dikucurkan pusat kepada kami, berapa tahun lagi baru bisa membangun jalan karena Kukar sangat luas sekali.
Selain itu, Rita yang juga putri dari mantan Bupati Kukar Prof Dr H Syaukani HR MM kembali menegaskan, kalau dana itu yang ditunggu-tunggu tiap tahunnya SDA kami semakin hari akan menipis dan habis dan tidak mempunyai kesempatan untuk mewujudkan masyarakat Kukar sejahteradan berkeadilan sesuai apa yang selama ini saya cita-cita sebelum terpilih menjadi bupati maupun sudah jadi bupati.
Pembangunan di Kukar belum sempurna, banyak hal yang ingin disampaikan di forum yang sangat luar biasa ini, karena rapat dipimpin seorang Staf Khusus Presiden yang mempunyai pengaruh besar untuk menyampaikan permasalahan ini kepada Bapak Presiden, dan bebicara sejarah Kukar adalah kerajaan Hindu pertama dan kerajaan tetua di Indonesia dari itu Kukar diberikan porsi (dana perimbangan, red) yang lebih, supaya lebih leluasa melaksanakan program pembangunan yang sekarang ini telah kami susun,” beber Rita.
Bupati Kukar yang akrab dipanggil Bunda Rita ini dalam presentasinya juga menyinggung masalah pariwisata yang nantinya menjadi penghasilan asli daerah (PAD) untuk masa yang akan datang namun saat ini kami masih dikejar-kejar dengan masalah infrastruktur jadi belum maksimal dalam pengelolaannya, termasuk obyek wisata, industri dan lain sebagainya.
Sementara kami ingin membangunkan jalan/jembatan itu perlu biaya yang sangat besar dan ini lah yang menjadi permasalahan selama ini. Seperti halnya Aceh yang telah diberikan otonomi khusus oleh pemerintah pusat. Saya bingun dengan APBD hanya (Rp2,3 T, red) tahun ini bagaimana kami mengelola dan membaginya kepada tiga wilayah dengan jumlah kecamatan 18, seperti wilayah pesisir/pantai adalah penghasil migas terbesar bagi Kukar,” curhat Rita dihadapan Staf Khusus Presiden, Velix Vernado Wanggai.
“saya dilantik menjadi Bupati pada 30 Juni 2010 dengan program kerja “ Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera (Gerbang Raja) yang memiliki visi menuju terwujudnya masyarakat Kukar yang sejahtera dan berkeadilan dan mempunyai 7 misi salah satunya, pada poin 5 berbunyi meningkatkan pemerataan infrastruktur pembangunan untuk menjangkau layanan fasilitas umum baik secara kualitas maupun kuantitas,” ungkapnya.
Bupati perempuan pertama kali di Kaltim ini mengungkapkan, berbicara soal APBD saya juga dulu Ketua DPRD Kukar sangat-sangat simpang dengan masalah pembangunan di Kukar. Pada waktu itu saya ingin mengucurkan dana ini kepada masyarakat pesisir senilai Rp400 milyar disisilain masyarakat tengah dan hulumahakam juga ingin kebagian, tetapi dengan dana yang terbatas terpaksa kami kucurkan secara bertahap supaya tidak ada yang saling dibedadakan.
Bukan itu permasalahannya mereka hanya ingin dibangunkan akses jalan dan saya ingin betul-betul membuka akses jalan ke hulumakam dan yang namanya kata terisolasi dipedalam jangan ada lagi, saya tidak mau suku dayak itu disebut orang terbelakang semua kita sama dan daerah pantai, tengah, dan hulumakam semuanya maju.
Mungkin dengan komsep Presiden SBY, Indonesia itu dalam skop yang sama dan jangan berbicara Jakarta itu Indonesia. Maaf, kata Rita kalau SBY jadi Ke Kukar untuk membuka Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani dan Nelayan (KTNA) pada 11-18 Juni 2011 yang di laksanakan di Kota Raja Tenggarong, beliau bangga melihat Kukar jalannya bagus semua, jadi bukan hanya Jakarta dan daerah-daerah lainnya.
Kukar itu daerah penghasil, yang berperan memberikan sumbangsi dana yang besar untuk pembangunan Indonesia tercinta ini, tolong kami diberi porsi perimbangan yang lebih. Minimal tiga tahun saja yakni Rp 3 atau 4 T dari Rp150 T yang kami sumbangkan ke Provinsi Kaltim dan bila infrastuktur kami sudah semuanya bagus, silahkan pembagiannya kembali semula yakni 70-30 persen.” 70 persen untuk pusat dan 30 persen untuk Kukar,” beber Rita di rapat diskusi yang dipimpin Staf Khusus Presiden ini.(red)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: