Tinggalkan komentar

Infrastruktur Desa rapak lambur perlu perhatian pemkab Kukar


Gerakan Aktif, Tenggarong

Desa Rapak Lambur awalnya adalah Desa pecahan dari Kelurahan Mangkurawang, menjadi Desa trans swakarsa sejak tahun 1994 dan menjadi Desa definitife di tahun 2002 dan masih termasuk kedalam kecamatan Tenggarong. Letak Desa ini pun tak jauh Ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara, hanya berjarak sekitar 4 KM.  namun kondisi insfrastuktur jalan  menuju desa tersebut sangat parah. Menurut pak parmin, seorang petani sayur mayur yang sehari-hari melalui jalan ini untuk menjual hasil pertanianya ke pasar Tangga arung di Tenggarong, “ Selain karena jalannya yang masih sebatas pengerasan, sangat terjal,  banyak lubang dan batu-batu besar berserakan hampir memenuhi badan jalan, sehingga apabila di lalui dengan menggunakaan kendaraan roda dua, tak jarang pengendara bermotor  kebocoran ban atau harus menuntun motornya karena motor menjadi rusak, saya mah sering mengalami kebocoran, dan hampir seluruh warga yang sering bolak-balik ke Tenggarong, pasti pernah mengalami kepecahan ban, motor yang masih barupun cepat rusak, karena ya begitu jalanya..” keluhnya pada media ini.

Pengendara motor juga harus ekstra berhati-hati, agar tidak tergelincir atau ban motor akan masuk ke dalam lubang yang berbatu-batu. Lain lagi keadaanya ketika  hujan turun, parahnya jalan ini kian menjadi-jadi, selain motor mudah tergelincir karena memang aspal jalan ini meleleh berlumpur, jalan berbatu-batu pun menjadi sangat licin. Ketidak nyamanan pengguna jalan ini juga di alami oleh warga desa yang menggunakan roda empat, jalan sepanjang 4 kilometer ini harus di lalui dengan waktu yang relative lebih lama dan terguncang-guncang di dalam mobil.

Keadaan jalan seperti ini, ternyata telah di lalui masyarakat Desa rapak lambur, sejak desa ini masih Desa persiapan tahun 1994, hingga saat ini. Namun harapan adanya perbaikan jalan poros yang menghubungkan antara kelurahan Mangkurawang ke Rapak Lambur, dan ke beberapa desa lainya, seperti desa anggulan, desa senoni, dan sebulu ini tak jua di gubris oleh Pemerintah Daerah. Menurut  Kepala desa Rapak Lambur Hendra Wahyudi, ketika di  konfirmasi Media ini, mengatakan, pemerintahan desa hampir setiap tahun selalu mengusulkan adanya peningkatan badan jalan poros ini, bahkan di lakukan sejak desa ini masih di pimpin oleh kades yang lama yaitu Abdul Muthalib, hingga di bawah kepemimpinanya, namun proposal yang di ajukan melalui kecamatan tak kunjung di respon oleh Pemerintah daerah.

Lain lagi menurut pak Anwar, warga yang berdomisili di Tenggarong, namun sering ke desa Rapak Lambur, karena memiliki kebun sawit. Menurutnya, di Rapak lambur, banyak sekali pejabat pemerintahan yang punya kebun, bahkan pak Kaning (mantan Bupati Kukar)  ada kebunnya di sini, ada yang punya kebun sawit, kebun durian,  tapi, mereka (pejabat,red) ini seakan tidak peduli paada keadaan jalan poros desa ini, atau mereka  tidak mau peduli betapa susahnya warga..…’ujarnya panjang lebar ketika bertemu dengan Media ini di perjalanan…(niyah.Red)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: